Belum Setahun Dibangun, Jembatan Senilai Rp1,2 M di Boyolali Ambruk

Belum Setahun Dibangun, Jembatan Senilai Rp1,2 M di Boyolali Ambruk
PERISTIWA | 25 Februari 2020 12:34 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Jembatan Pasung di Kelurahan Banaran, Kecamatan Boyolali Kota, ambruk, Senin (24/2) pagi. Padahal jembatan yang menghubungkan Kampung Pusung dengan Surodadi tersebut baru setahun lalu dibangun.

Pemerintah Kabupaten Boyolali mengeluarkan anggaran hingga Rp1,265 miliar untuk membangun jembatan itu. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Boyolali Arief Gunarto mengatakan, ambruknya jembatan tersebut karena salah satu ujung gelagar jembatan jatuh ke dasar sungai. Akibatnya masyarakat harus memutar cukup jauh akibat jembatan tak bisa dilalui.

"Peristiwa terjadi kemarin sekitar pukul 06.15 WIB. Penyebabnya, salah satu ujung gelagar jembatan jatuh ke dasar sungai," ujar Arief, Selasa (25/2).

Arief mengemukakan, saat kejadian tidak ada kendaraan yang melintas sehingga ada korban. Pihaknya sudah melakukan pengecekan ke lokasi. Menurut Arief, jembatan Pusung dibangun pada 2019 dengan anggaran sebesar Rp1,265a miliar. Jembatan itu, memiliki panjang bentangan sekitar 16 meter dan lebar 5 meter, dan tinggi sekitar 10,5 meter.

"Ada pondasi penyangga yang patah akibat tergerus arus sungai pada musim hujan saat ini. Jembatan itu dalam masa pemeliharaan," terangnya.

Arief menambahkan, pihaknya sebenarnya sudah menemukan ada retakan pada abutment jembatan, pada Selasa (18/2). Dan ia sudah menyampaikan kepada pihak rekanan agar segera diperbaiki dengan menutup retakan itu.

Tapi karena kondisi cuaca dengan hujan sangat tinggi arus banjir sering menggerus retakan semakin lebar, jadi roboh," katanya.

Menurut dia, saat hujan deras, air masuk ke retakan itu, dan menyebabkan tekanan dan itu mendorong abutment, sehingga kemudian runtuh ke dasar sungai.

Runtuhnya gelagar dan plat jembatan tersebut, Lach lanjut dia, kemungkinan terjadi secara pelan-pelan dan tidak langsung patah. Hal itu karena gelagar dan plat jembatan masih dalam kondisi utuh.

"Gelagar itu, masih bisa dimanfaatkan lagi dengan metode pelaksanaan tertentu," jelasnya.

Lebih lanjut Arief menyampaikan, jembatan Pusung tersebut masih dalam pemeliharaan rekanan hingga tanggal 2 Juni mendatang. Sehingga kerusakan menjadi tanggung jawab rekanan.

"Rekanan sudah mulai turun lapangan untuk memperbaiki jembatan ambrol itu," katanya. (mdk/noe)

Baca juga:
Pagar Pembatas Rusak Akibat Banjir Dibiarkan Terbengkalai di Bukit Duri
Jembatan Bambu Jadi Penghubung Warga Pasca Banjir Bandang di Bogor
Jembatan Darurat Penghubung Desa yang Terisolir di Sukajaya Bogor
Melintang di Atas Jalan Protokol Ibu Kota, Kondisi JPO Ini Memprihatinkan
Korban Jembatan Putus di Kaur Bengkulu Bertambah Menjadi 10 Orang
Jembatan Gantung Cawang Putus Diterjang Banjir, 7 Orang Meninggal dan 3 Hilang

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menjawab Keluhan, Menyiasati Keadaan - MERDEKA BICARA with Ganjar Pranowo

5