Benny Tjokrosaputro Catut Nama Karyawan untuk Transaksi dengan Jiwasraya

PERISTIWA | 23 Januari 2020 20:50 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Kejaksaan Agung melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi terkait kasus dugaan korupsi PT. Asuransi Jiwasraya. Kelima orang tersebut yakni Accaunting & Finance Manager PT Alam Minera Tbk Ahmad Subhan, Direktur Utama PT Rimo International Lestari Tbk Teddy Tjokrosaputro, former Director-Fisheries Marketing Division PT Inti Agri Resources Tbk Joko Hartono Tirto, Agung T dan Dwi Nugroho.

Dari lima orang saksi yang diperiksa tersebut, dua orang atas nama Agung T dan Dwi Nugroho telah dicatut namanya oleh tersangka Direktur Utama PT. Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dalam melakukan suatu transaksi dengan Jiwasraya.

"Satu Agung T ini nomine saham grup terhadap tersangka BT (Benny Tjokrosaputro). Kemudian Dwi Nungroho milik tersangka BT (Benny Tjokrosaputro) juga," kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung Hari Setiyono di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (23/1).

Dia menjelaskan, nomine yang dimaksudkan tersebut adalah menggunakan nama orang lain dalam melakukan suatu transaksi.

"Yang menarik dalam pemeriksaan ini tentu temen-temen bisa menerjemahkan arti nomine. Nomine itu kalau terjemahannya adalah menggunakan nama orang lain untuk melakukan transaksi," jelasnya.

"Nah ini yang dilakukan penyidik dalam penyidikan ini untuk mendapatkan bukti-bukti yang dikaitkan dengan tindak pidana yang disangkakan," sambung Hari.

1 dari 1 halaman

Sebelumnya, Benny Tjokrosaputra juga mencatut nama karyawannya untuk proses investasi saham dari PT. Asuransi Jiwasraya dan mengelola apartement pribadi.

Benny Tjokrosaputro mencatut nama Jenifer Handayani dan Meitawati Edianingsih untuk menerima investasi saham dari PT. Asuransi Jiwasraya yang nilainya masih dirahasiakan.

Kemudian, nama karyawan lainnya yang dicatut Benny Tjokrosaputro yakni Erda Dharmawan Santi, Djulia dan Leonard Lontoh. Ketiga nama itu dicatut Benny, untuk mengelola apartemen pribadinya yang bernama South Hills di wilayah Kuningan, Jakarta Selatan.

"Dua nama digunakan oleh tersangka untuk terima investasi saham dari Jiwasraya. Tiga nama untuk kelola apartement South Hills," kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung Hari Setiyono di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/1).

Diketahui, Kejaksaan Agung menetapkan lima orang sekaligus sebagai tersangka dan langsung melakukan penahanan dalam penyidikan kasus penyelewengan dana asuransi Jiwasraya. Lima orang itu ditahan untuk 20 hari ke depan.

"Tadi prosesnya telah dilakukan penahanan 5 orang tersangka sejak hari ini sampai 20 hari ke depan. Penahanan seperti diketahui juga kita pisah. Rutan Salemba cabang Kejagung, KPK Guntur dan Cipinang dan di Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jaksel," kata Jampidsus Adi Toegarisma di Kejagung, Jaksel, Selasa (14/1).

Berikut lokasi penahanan kelima tersangka tersebut:

1. Benny Tjokro di Rutan KPK
2. Heru Hidayat di Rutan Salemba Cabang Kejagung
3. Hary Prasetyo di Rutan Salemba Cabang Kejari Jaksel
4. Syahmirwan di Rutan Cipinang
5. Hendrisman Rahim di Rutan Guntur. (mdk/fik)

Baca juga:
Kejagung Sebut 5 Tersangka Kasus Jiwasraya Simpan Aset di Luar Negeri
Kasus Jiwasraya dan Bumiputera Dituding Runtuhkan Kredibilitas OJK
Kejagung Blokir 35 Rekening Milik 5 Tersangka Kasus Jiwasraya
Kejagung Sita Ribuan Sertifikat Tanah Milik 5 Tersangka Korupsi Jiwasraya
Ombudsman Sebut Pengembalian Tugas OJK ke Bank Indonesia Pernah Dilakukan Negara Lain
KSSK Nilai Kasus Jiwasraya Tak Akan Picu Krisis Keuangan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.