Bentrok 2 kelompok di Timika dipicu rebutan penumpang antar ojek

Bentrok 2 kelompok di Timika dipicu rebutan penumpang antar ojek
PERISTIWA | 3 Maret 2016 11:55 Reporter : Dede Rosyadi

Merdeka.com - Bentrok antarwarga terjadi di Kota Timika, Selasa (1/3) hingga Rabu (2/3). Penyebabnya karena sejumlah tukang ojek di sana berebut penumpang. Situasi keamanan di Kota Timika sempat tegang.

"Bentrok kedua kelompok warga itu bermula dari masalah sepele antar tukang ojek, soal perebutan penumpang," kata Kapolres Timika AKBP Yustanto Mudjiharso kepada Antara, Kamis (3/3).

Dia mengingatkan semua pihak untuk menahan diri dan tidak terpengaruh dengan berbagai isu yang sengaja disebarkan oleh provokator untuk memecah-belah masyarakat Mimika.

"Kalau masih ada pihak-pihak yang memprovokasi masyarakat, kami akan lakukan upaya paksa. Para tokoh masyarakat Kei dan KKJB (Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu) sudah sepakat untuk mengendalikan massanya masing-masing," tegas Yustanto.

Hingga kini aparat Polri dibantu TNI masih disiagakan di beberapa titik di Kota Timika seperti di belakang Kantor PT Pos Indonesia Kelurahan Kwamki.

Informasi yang dihimpun, gara-gara bentrok tersebut, massa salah satu kelompok sempat menyerang permukiman warga di sekitar Jalan KH Dewantara dan belakang kompleks pasar lama Kelurahan Koperapoka.

Aksi penyerangan dipicu oleh adanya isu menyebar bahwa korban penganiayaan, Bosco Helyanan (28) sudah meninggal di RSUD Mimika. Pelaku penganiayaan Bosco Helyanan sudah diamankan oleh Polsek Mimika Baru.

"Pemicu kejadian karena ada isu yang menyebutkan bahwa kelompok Madura mau menyerang kelompok Kei. Ada lagi isu bahwa korban sudah meninggal di RSUD Mimika. Itu yang memicu massa kelompok Kei ingin melakukan pembalasan. Ternyata semua itu tidak benar," jelas Yustanto.

Atas peristiwa bentrok itu, delapan warga dari kelompok penyerang diamankan oleh aparat kepolisian. Mereka dijerat pidana sebagaimana diatur dalam UU Darurat Nomor 12 tahun 1951, yakni membawa senjata tajam di depan umum, menghasut massa untuk melakukan tindak pidana.

Polisi akan menangkap dan memproses warga yang membawa senjata tajam di depan umum. "Saya ingatkan kepada siapa pun yang membawa senjata tajam lalu masuk ke jalan umum, akan kami tangkap dan proses. Kita harapkan masyarakat tidak ada lagi yang membuat aksi-aksi yang memicu kontroversi dan konflik," ujar Yustanto. (mdk/cob)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menjawab Keluhan, Menyiasati Keadaan - MERDEKA BICARA with Ganjar Pranowo

5