Bentrok pengendara GO-JEK dan ojek pangkalan Bandung, satu luka

PERISTIWA | 22 Oktober 2015 19:29 Reporter : Andrian Salam Wiyono

Merdeka.com - Perkelahian terjadi antara pengendara ojek online GO-JEK dan ojek pangkalan di Bunderan Cibiru (Manisi), Kecamatan Panyileukan Kota Bandung. Akibatnya mengakibatkan seorang pengendara GO-JEK, Taufik Hidayat, luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Kejadian berawal ketika salah satu sopir GO-JEK, Iman, mengambil penumpang pada Kamis (22/10) sekitar pukul 06.00 WIB, di dekat pangkalan ojek biasa itu. Saat itu, pengendara ojek pangkalan melihat penumpang dibawa GO-JEK. Akhirnya, Iman yang membawa seorang penumpang perempuan diberhentikan.

"GO-JEK masuk bawa muatan satu orang. Masuk ke daerah kami, enggak pake (identitas) GO-JEK. Kami interogasi. Kita tahan handphone dan KTP-nya," kata pengurus Ojek Manisi, Agus Peloy (38) kepada merdeka.com di lokasi, Kamis (22/10).

Menurut Agus, pengendara GO-JEK itu ditahan lantaran dianggap melanggar perjanjian. Sebab menurut dia, ojek online itu sudah meneken perjanjian tidak membawa pelanggan ojek pangkalan.

"Dia (GO-JEK) jelas melanggar aturan, sehingga kami berhentikan dia," ujar Agus.

Hanya saja, perlakuan pengendara ojek pangkalan tersebut membuat Iman marah. Dia melaporkan peristiwa itu kepada rekannya sesama pengendara GO-JEK. Iman juga mengadu ke Polsek Panyileukan.

"Laporan tersebut katanya dipukul. Padahal kami cuma tahan identitas dan handphone," ujar Agus.

Sekitar pukul 12.00 WIB, puluhan pengendara GO-JEK melintas melewati ojek pangkalan itu. Akhirnya keributan tidak dapat dihindarkan. Bahkan, salah satu pengendara GO-JEK, Taufik Hidayat, mengalami luka di bagian kepalanya.

"Korban Taufik Hidayat mengalami luka di kepala dan dilarikan ke Rumah Sakit Ujung Berung. Korban ini saat kejadian masuk ke angkot dan kena pecahan botol," ungkap Kanitreskrim Panyileukan, AKP Syahroni, di Mapolsek Panyileukan.

Dari pantauan merdeka.com, puluhan pengendara ojek pangkalan masih berkerumun di lokasi kejadian. Sedangkan beberapa sopir GO-JEK berada terpisah dalam jarak 500 meter. Aparat kepolisian pun meminta para pengendara GO-JEK membubarkan diri. (mdk/ary)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.