Berangus Calo dan Pungli, Dukcapil Bangun Integritas dan Sistem

Berangus Calo dan Pungli, Dukcapil Bangun Integritas dan Sistem
PERISTIWA | 28 Mei 2020 12:26 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, memerintahkan kepada jajaran Ditjen Dukcapil agar memberantas calo dan pungli. Mantan Kapolri itu menargetkan praktik percaloan dan pungutan liar bersih dari kantor Dukcapil paling lambat awal Juni 2020.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh, meminta bawahannya mulai membangun integritas dan sistem. Dua cara ini diyakini paling tepat untuk memberangus percaloan dan pungutan liar.

"Niatkan dalam hati betul-betul tidak ada lagi calo dan pungli. Kemudian masukkan ke dalam pikiran dan implementasikan dalam tindakan. Pak Kadis, Sekdis, Kabid, Kasie, Kasubag dan staf Dinas Dukcapil semuanya ayo bangun integritas tidak ada lagi pungli dan calo," kata Zudan dalam siaran pers yang diterima Merdeka.com, Kamis (28/5).

Zudan optimis dua langkah itu bisa dilakukan secara masif. Namun diakuinya, tak mudah bagi anak buahnya membangun integritas dan sistem, sebab tingkat kesadaran setiap orang tak sama.

Dia kemudian mengajak anak buahnya mencontoh cara dunia penerbangan memberantas percaloan dan pungutan liar. Dulu, praktik percaloan marak terjadi di bandara. Namun, berkat sistem check-in berbasis online, praktik tersebut bisa dihilangkan.

Dia juga mencontohkan cara sektor perkeretaapian memberangus praktik percaloan dan pungutan liar.

"Ketika beli di konter, tiket habis. Lalu tiga menit kemudian calo datang, tiket banyak tersedia. Ini calo yang main. Nah, sekarang kita cari apakah calo itu masih ada nggak di bandara dan stasiun kereta api. Sulit sekali. Di sinilah bagus betul transformasi yang sudah dibuat dunia penerbangan dan perkeretaapian. Apa yang mereka bangun? Dua hal saja: Integritas SDM dan sistem," jelasnya.

Zudan kemudian menyampaikan terima kasih kepada Korps Dukcapil yang sudah membangun sistem layanan online dengan aplikasi mobile. Di level nasional, Dukcapil sudah membuat aplikasi layanan administrasi kependudukan yang bisa diunduh di Playstore.

"Di Playstore akan ada aplikasi GISA Kemendagri. Warga masyarakat yang ingin membuat akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan, surat pindah, KK, membuat KTP-el, membuat KIA atau membuat surat keterangan apa pun sebanyak 23 produk layanan Dukcapil bisa mendaftar lewat aplikasi di playtore ini," terang Zudan.

"Nanti bisa dipilih kabupaten kotanya, pilih layanannya. Teman-teman Dinas Dukcapil harus sudah siap melayani. Berapa hari selesainya. Di situlah aspek transparansi bisa kita bangun. Dukcapil bisa memberikan kepastian kepada pemohon berapa hari selesai, di mana mengambil hasilnya. Itu bisa kita lakukan," katanya menambahkan. (mdk/lia)

Baca juga:
Mendagri Siapkan Protokol Kesehatan Saat Tahapan Pilkada 2020 Selama Pandemi Covid-19
Kemendagri Belum Terima Surat Pengunduran Resmi Bupati Bener Meriah
Data Penduduk di KPU Diduga Bocor, Kemendagri Pastikan Datanya Aman
KPU dan Kemendagri Diminta Kolaborasi Jaga Keamanan Data Pemilih Pemilu
Kemendagri: Pilkada Serentak 2020 jadi Tantangan Demokrasi di Masa Pandemi
Kemendagri Salurkan Bantuan Yayasan Temasek Singapura Ke RS Harapan Kita & Dharmais

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami