Berantas DBD, 100 Tenaga Kebersihan di Sikka Dikerahkan tetapi 7 Truk Sampah Rusak

Berantas DBD, 100 Tenaga Kebersihan di Sikka Dikerahkan tetapi 7 Truk Sampah Rusak
Fogging cegah DBD. ©Liputan6.com/Johan Tallo
PERISTIWA | 12 Maret 2020 10:27 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Sebanyak 199 tenaga kerja sukarela (TKS) dikerahkan oleh Pemerintah Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk membersihkan sampah yang berserakan di Kota Maumere. Sampah-sampah tersebut diketahui menjadi salah satu penyebab semakin meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD) di sana.

"Semalam kami baru lantik 100 tenaga kerja sukarela yang tugas mereka adalah membersihkan sampah-sampah yang ada di kota ini," kata Bupati Fransiskus Roberto Diogo di Maumere, Kabupaten Sikka, Kamis (12/3). Dikutip dari Antara.

Namun di sisi lain, ternyata sejumlah armada truk sampah mengalami kerusakan. Diogo memerintahkan instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup agar memperbaiki sejumlah truk sampah yang rusak.

"Sejumlah truk sampah itu, saat ini sudah berada di bengkel untuk diperbaiki. Kalau tidak salah tujuh unit," lanjutnya.

Bupati menyebutkan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai cara, agar masalah atau kasus DBD itu mengalami penurunan salah satu caranya adalah dengan pemberantasan sarang nyamuk.

100 tenaga kerja tersebut akan difokuskan untuk ibu kota Kabupaten saja, nanti di setiap kecamatan juga akan melantik tenaga kerja sukarela yang tugasnya sama seperti TKS di kabupaten.

"Para tenaga kerja sukarela itu akan bekerja selama satu bulan penuh dan tetap akan dibayar dengan menggunakan APBD," tambah dia.

Setiap bulan para tenaga kerja sukarela itu akan mendapatkan honor sebesar Rp700 ribu per orang, di luar uang makan per hari Rp25 ribu per orang.

Para TKS itu, lanjut dia setelah selesai sebulan, akan diseleksi kembali 25 hingga 50 orang yang berkinerja baik untuk dijadikan tenaga kontrak selama setahun.

Untuk diketahui bahwa hingga Rabu (11/3) pagi jumlah kasus DBD di kabupaten itu sejak Januari hingga saat ini mencapai 1.234 kasus dengan jumlah korban meninggal mencapai 14 orang.

Terkait kasus DBD, Kabupaten Sikka menempati urutan pertama untuk Indonesia dan menyumbang kasus kematian sebanyak 30 persen untuk seluruh Indonesia. (mdk/cob)

Baca juga:
Pasien DBD di RSUD Kota Bekasi Meningkat, Total 149 Orang
Alat Diagnosa Rusak, Bikin Telat Penanganan Pasien DBD di NTT
Bupati Akui Penyebab Kasus DBD di Sikka Karena Buruknya Drainase
Komisi IX DPR: Pemerintah Jangan Kesampingkan Wabah DBD
Pemkab Sikka Tetapkan Kasus DBD Tahun 2020 Terparah Sepanjang Sejarah
Jumlah Korban Meninggal Akibat DBD di NTT Bertambah Jadi 37 Orang
17 Orang di Jawa Tengah Meninggal Akibat Demam Berdarah

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami