Berantas narkoba di LP, Kemenkumham masih butuh BNN

PERISTIWA | 12 April 2012 10:34 Reporter : Putri Artika R

Merdeka.com - Kementerian Hukum dan HAM membekukan kerjasamanya dengan badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberantas peredaran narkoba di dalam Lapas. Keputusan itu diambil akibat tindakan main tangan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana saat sidak di LP Pekanbaru beberapa waktu.

Meski demikian, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) tidak memungkiri bahwa Kemenkumham masih sangat membutuhkan BNN.

"Jelas kita butuh dan kita tidak akan bisa lepas dari BNN. Karena, BNN adalah lembaga tersendiri yang memiliki kemampuan untuk memberantas narkoba dan tentunya kita akan terus bergandengan tangan dengan BNN untuk memberantas narkoba di dalam Lapas," kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sihabudin, saat dihubungi wartawan, Kamis (12/4)

Sihabudin menambahkan, BNN mempunyai kemampuan dan sumber daya untuk memberantas narkoba. Selain itu, BNN memiliki peralatan dan teknologi yang tidak dimiliki oleh Ditjen PAS.

"Misalnya, kami tidak punya alat untuk melacak adanya sinyal handphone di dalam lapas. Tapi BNN punya," tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, saat melakukan sidak di Lapas Pekanbaru pada Senin (2/4) lalu, Wamenkumham Denny diduga melakukan menampar seorang sipir. Hal tersebut menimbulkan banyak protes dari berbagai kalangan.

Pembekuan MoU tersebut dilakukan untuk menemukan standar operasional prosedur (SOP) yang baku dalam melakukan operasi di dalam lapas.

(mdk/lia)