Berawal Cekcok di Rapat Virtual, 2 Dosen UMI Makassar Berkelahi

Berawal Cekcok di Rapat Virtual, 2 Dosen UMI Makassar Berkelahi
Humas kampus UMI Makassar, Nurjannah. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 23 Februari 2021 13:34 Reporter : Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Dua dosen di perguruan tinggi swasta besar di Makassar, Universitas Muslim Indonesia (UMI) terlibat keributan di depan mahasiswa, Senin (22/2). Video yang menggambarkan dosen perempuan dipukul oleh dosen laki-laki viral di media sosial pasca kejadian.

Keduanya sama-sama bertugas di Fakultas Sastra dengan program studi berbeda masing-masing Dr Hadawiah, ketua Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi dan Muhajir, Ph.D, ketua Prodi Bahasa Inggris.

Di video itu, Muhajir memukul Hadawiah dengan sebotol air mineral ke arah wajah disusul tendangan ke arah kaki. Hadawiah melakukan perlawanan dengan tendangan juga ke arah kaki Muhajir. Saat Hadawiah bergegas hendak masuk ke ruangan Dekan untuk melapor, Muhajir masih mengejar tapi berhasil dihalangi oleh sejumlah mahasiswa yang tengah berada di depan ruangan Prodi Ilmu Komunikasi.

Kepala Humas UMI Makassar, Nurjannah yang ditemui di gedung rektorat, membenarkan kejadian yang viral di media sosial itu.

Kata dia, pihaknya belum tahu persis kejadiannya seperti apa, pemicunya apa karena masih menunggu laporan dari tingkat fakultas.

"Informasi yang kami terima kalau keduanya telah dipanggil oleh pimpinan fakuktas, dimediasi dan damai. Tapi untuk tingkat universitas tetap akan diproses. Rektor dan wakil rektor saat ini masih menunggu laporan kronologi kejadiannya seperti apa dan progressnya bagaimana," kata Nurjannah, Selasa (23/2).

Laporan dari tingkat fakultas itu nantinya, kata Nurjannah, akan ditelaah pihak universitas. Jika sudah jelas kasusnya seperti apa, barulah disimpulkan sikap pimpinan.

"Kami belum bisa menyimpulkan apakah akan dikenakan sanksi karena tindak pemukulan itu karena kami belum tahu secara detil kasusnya seperti apa," kelit Nurjannah.

Adapun Hadawiah saat dikonfirmasi menjelaskan, pemukulan itu terjadi Senin kemarin di depan pintu prodi Ilmu Komunikasi. Saat dia tengah memberikan arahan kepada beberapa mahasiswa.

Namun, lanjut Hadawiah, pemicunya itu sejak dua pekan lalu, saat rapat pimpinan fakultas secara virtual melalui aplikasi zoom.

"Senin siang kemarin itu, saya sementara beri arahan ke mahasiswa. Tiba-tiba dia (Muhajir) datang dan memukul saya dengan botol air mineral. Sempat kena bagian pipi. Saya marah dan berusaha melawan saat dia coba menendang saya, saya balik menendang," kata Hadawiah.

Dijelaskan, pemicunya itu dua pekan lalu saat rapat pimpinan unsur fakultas secara virtual. Singkatnya, kata Hadawiah, dalam rapat itu dirinya menyampaikan ke wakil dekan bahwa telah berusaha keras mencarikan dosen luar biasa guna mendistribusikannya ke 340 kelas. Tiba-tiba muncul chat dalam Zoom itu dari Muhajir yang menyampaikan bahwa dirinya mundur saja dari ketua prodi.

"Chat-nya muncul di zoom dan tentu itu dibaca semua peserta rapat. Tanpa prolog, tiba-tiba chat-nya minta saya mundur saja dari ketua prodi. Tentu saya marah dan membalas chat-nya itu. Saya tidak punya urusan dengan dia, beda prodi, kenapa dia yang minta saya mundur. Apa urusan dia. Kecuali kalau sesama prodi, tentu saya berpikir mungkin saya ada kesalahan dari saya sampai diminta mundur," jelasnya.

Selanjutnya, kata Hadawiah lagi, perdebatan lanjut lagi di grup WA. Chat-nya bernada mengancam.

"Chat-nya menurut saya sudah bernada ancaman karena dia bilang, dirinya minta maaf sebelum ke kampus. Maksudnya apa itu. Akhirnya kemarin dia datang dan minta saya masuk ruangan, katanya mau bicara. Tapi saya tidak mau masuk. Bisa saja saya dianiaya di dalam ruangan karena sebelumnya sudah ada pemicu," ujarnya seraya menambahkan, rencana akan melaporkan kasus itu ke pihak kepolisian. (mdk/cob)

Baca juga:
Pria Paruh Baya di Malaka NTT Tewas Dianiaya ODGJ
Polisi Buru Pelaku Pembacokan Ibu Mertua di Lamongan
Pria di Timor Tengah Utara Aniaya Ibu Kandung, Calon Mertua dan Bakal Istri
Kondisi Membaik, Balita di Makassar yang Disiksa Kekasih Ibunya Dirawat di Safe House
KKB Aniaya Ibu Rumah Tangga di Kabupaten Puncak

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami