Berawal dari Gigitan Celurut Sawah, Pria Purbalingga jadi Kehilangan Pipi

Berawal dari Gigitan Celurut Sawah, Pria Purbalingga jadi Kehilangan Pipi
PERISTIWA » MALANG | 27 Juli 2020 09:44 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Malang benar nasib Sukardjo (73) tukang ledeng asal Kelurahan Purbalingga Wetan, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Pria lansia ini harus kehilangan pipi sebelah kiri akibat infeksi.

Sejak enam tahun lalu, ia diserang gatal-gatal setelah digigit celurut atau tikus tanah. Namun setahun terakhir, kondisinya memburuk. Mulai dari bengkak hingga muncul luka terbuka.

Sukardjo sempat berobat ke rumah sakit swasta di Purbalingga. Sayang, usahanya tidak membuahkan hasil maksimal. Bahkan rasa sakit akibat infeksi menyebabkan Sukardjo tidak bisa tidur.

Untuk sekadar makan atau minum, Sukardjo harus memiringkan kepalanya ke kanan agar makanan maupun minuman tidak tumpah melalui pipi kiri yang terbuka. Untuk menutupi lukanya setiap hari Sukardjo menggunakan masker kain.

"Tahun 2012 saat menonton TV sambil tiduran di lantai, tiba-tiba saya digigit celurut. Dari peristiwa itulah kemudian terasa gatal dan saya garuk hingga luka. Namun lukanya kian hari kian lebar," ungkap Sukardjo dilansir dari Liputan6.com, Senin (27/7).

Tahun 2017 sempat dioperasi namun lukanya tetap terbuka menganga dan basah akibat infeksi gigitan celurut tersebut. Tiga tahun belakangan Sukardjo pasrah dengan kondisinya dan tetap melakukan pekerjaannya sebagai tukang ledeng dan pembuat sumur bor.

"Pak Lurah (Tri Anirwo-red) datang ke rumah sampai delapan kali untuk mengobati luka. Lumayan sudah tidak berair banget. Tapi pipi saya masih terbuka," tuturnya.

Prihatin kondisi Sukardjo, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi langsung mendatangi rumah warganya di salah satu gang di jalan Lawet Purbalingga Wetan, Minggu (26/07).

Melihat kondisi dan luka yang dialami, Bupati Tiwi langsung menghubungi Direktur RSUD Gutheng Tarunadibrata untuk merawat Sukardjo. Sukardjo memang kerap diminta bantuan memasang instalasi air ledeng di rumah direktur RSUD Gutheng, dr Nonot Mulyono MKes.

"Pak Nonot, saya minta ini langsung ditangani di Gutheng ya Pak Nonot. Tolong ini dibantu ditangani ya, hari ini langsung saya suruh ke Gutheng," kata Tiwi saat menelepon dr Nonot.

Pada Minggu (26/7), Sukardjo langsung dibawa ke RSUD Gutheng Tarunadibrata, didampingi Camat Purbalingga, Lurah Purbalingga Wetan dan ketua RW setempat.

Reporter: Rudal Afgani Dirgantara
Sumber: Liputan6.com (mdk/lia)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami