Berdalih Tak Bisa Bendung Warga, RT Penolak Pemakaman Perawat di Sewakul Minta Maaf

Berdalih Tak Bisa Bendung Warga, RT Penolak Pemakaman Perawat di Sewakul Minta Maaf
PERISTIWA | 10 April 2020 19:04 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Ketua RT 06 Purbo warga Sewakul yang menolak jenazah perawat di makamkan TPU Sewakul, Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat meminta maaf kepada keluarga. Ia hanya menjalankan aspirasi warga agar jenazah perawat itu tidak di makamkan di wilayahnya.

"Saya melihat kasihan dan tidak tega kondisi jenazah ditolak dimakamkan. Istri saya sendiri juga perawat, tapi saya hanya menjalankan aspirasi, banyak warga yang mendesak. Saya minta maaf kepada keluarga dan seluruh masyarakat Indonesia," kata Purbo saat ditemui di PPNI Jateng, Jumat (10/4).

Dia menyebut saat itu banyak warga dan beberapa RT lainnya untuk sepakat tidak dimakamkan di TPU Sewakul. Penolakan pemakaman tersebut, karena adanya kesalahan informasi sehingga menyebabkan ketidaksetujuan dari warga.

"Jadi ada perbedaan komunikasi. Ada keluarga almarhumah bukan warga kami juga bisa dimakamkan di Sewakul kok," jelasnya.

Sementara Ketua RW 08 Dusun Sewakul, Daniel Sugito mengatakan, penolakan pemakaman tersebut sempat dimediasi oleh beberapa warga dan dokter yang menangani.

"Dokter yang menangani pun juga sudah menjelaskan kepada warga bahwa virus tidak akan menular setelah dimakamkan. Tapi warga juga tetap keras untuk proses pemakaman dipindah," kata Daniel Sugito.

Ketua DPW PPNI Jateng, Edy Wuryanto mengatakan dengan meninggalnya pahlawan kemanusiaan, ia minta semua perawat diminta tingkatkan keselamatannya selama di ruang isolasi, ICU maupun IGD di tengah pandemi virus Corona.

"Saya mohon semua perawat di manapun berada yang bertugas menangani virus Corona untuk meningkatkan keselamatan kerja Tetap bekerja dengan ikhlas. Semoga tuhan memberikan keselamatan buat kita semua," ungkap Edy Wuryanto. (mdk/gil)

Baca juga:
Momen Tepat Jual Emas Perhiasan untuk Sambung Hidup di Tengah Pandemi Corona
Satu Kasus Positif Covid-19 di Berau Berasal dari Klaster Gowa
Saat Manusia di Balik Tembok, Hewan Bebas Berkeliaran
Ringankan Beban Warga, Pemkot Denpasar Gratiskan Tagihan PDAM 3 Bulan
6 RS Rujukan Covid-19 di Kota Jayapura Rawat 24 Pasien Positif

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami