Berdalih Tak Kuat Menahan Nafsu, Pembina Pramuka di Kediri Cabuli Murid

Berdalih Tak Kuat Menahan Nafsu, Pembina Pramuka di Kediri Cabuli Murid
PERISTIWA | 11 Februari 2020 07:31 Reporter : Imam Mubarok

Merdeka.com - SH (23), seorang pembina pramuka ditangkap petugas Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Kediri. SH ditangkap setelah terbukti mencabuli sejumlah muridnya.

Tersangka berasal dari Desa Gadungan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. SH, ditangkap setelah dua korbannya melapor ke Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri. Dua korban masing-masing berusia 14 dan 15 tahun.

Perbuatan cabul pelaku dilakukan saat kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Modus pencabulan yang dilakukan pelaku dengan memanggil satu per satu muridnya untuk masuk ke dalam sanggar pramuka. Setelah masuk, di dalam ruangan, pelaku kemudian memeluk dan menciumi korban.

Kejadian tak senonoh itu diduga terjadi berulang kali. Sementara korban tidak berani melawan, karena pelaku adalah pembina pramuka. Pihak DP2KBP3A Kabupaten Kediri kemudian meneruskan laporan korban kepada Polres Kediri.

Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono mengatakan, pengungkapan kasus pancabulan itu merupakan sinergitas dengan DP2KBP3A. Atas pengungkapan kasus ini pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak segan untuk melapor apabila menjumpai kasus seperti ini.

"Ada dinas terkait yang bisa menerima membantu memberikan konseling, sosialisasi jadi jangan ragu, identitas si anak tentu kita jaga," kata Lukman.

Tersangka sendiri saat ditanya mengaku melakukan perbuatan cabul sebanyak dua kali terhadap anak didiknya. Tersangka berdalih tidak kuat menahan hawa nafsu.

"Saya cuma menciumi saja pak. Saya nafsu," kata pelaku.

Atas perbuatan SH, petugas menjerat tersangka dengan pasal 82 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak ancaman maksimal 15 tahun penjara. Dalam tindak pidana ayat 1, dilakukan orang tua, wali, pengasuh anak, pendidik atau tenaga kependidikan, maka pidananya ditambah 1/3 dari ancaman pidana. (mdk/gil)

Baca juga:
Kenal dari FB, Pemuda di Bekasi Setubuhi ABG dan Merekam dengan Ponselnya
Pembelaan dan Permintaan Keluarga Pengasuh Ponpes di Jombang Tersangka Pencabulan
Duda di Aceh Tega Cabuli Bocah Teman Anaknya, Ancam Penggal Jika Mengadu
Kasus Paman Perkosa Keponakan Terbongkar Usai Korban Curhat ke Temannya
Polda Jatim Siapkan Upaya Paksa Tangkap Pengasuh Ponpes yang Cabuli Santri di Jombang
Janjikan Pahala, Guru Ngaji di Kota Serang Cabuli 8 Muridnya
Paman di Bantul Tega Cabuli Keponakannya Sejak 2016

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami