Berenang Menyeberangi Sungai, Santri di Ogan Ilir Tenggelam Lalu Hilang

Berenang Menyeberangi Sungai, Santri di Ogan Ilir Tenggelam Lalu Hilang
PERISTIWA | 31 Oktober 2020 23:31 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Seorang santri Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, hilang tenggelam di Sungai Ogan, Desa Munggu, Muara Kuang, Ogan Ilir, Jumat (30/10). Petugas gabungan masih melakukan penyisiran untuk mencari korban.

Peristiwa itu terjadi saat korban diketahui bernama Ahmad Zaki Zikri (17) bersama 19 rekannya dan ustaz pembimbing datang ke desa itu untuk menggelar silaturahmi dan khatamul quran, Kamis (29/10) sore. Di sana mereka menginap di rumah santri asal desa setempat.

Keesokan harinya, korban bersama 15 temannya mandi di sungai dengan kondisi arus deras. Kemudian, mereka bermaksud menyeberangi sungai dengan cara berenang secara bersama-sama.

Lantaran sungai deras dan lebar membuat korban kelelahan dan hanyut. Beberapa rekannya mencoba membantu namun tak sampai ke pinggir sungai karena turut kelelahan. Korban pun terlepas dan hanyut terbawa arus.

Warga menghubungi kepala desa dan selanjutnya dilaporkan ke polisi, BPBD dan Basarnas untuk melakukan pencarian. Namun, hingga saat ini korban belum juga ditemukan.

Kabid Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Ansori mengungkapkan, korban masih dilakukan pencarian oleh puluhan tim gabungan dari Koramil Muara Kuang, Polsek Muara Kuang, Basarnas, masyarakat dan keluarga korban. Penyisiran sungai sudah sejauh 2 kilometer sejak pencarian pertama namun hasilnya nihil.

"Sampai sekarang korban belum juga ditemukan. Besok akan dilanjutkan dengan menambah jarak penyisiran," ungkap Ansori, Sabtu (31/10).

Dikatakan, petugas banyak mengalami kendala, salah satunya arus sungai yang deras akibat debit akibat meningkat pasca hujan lebat di sungai tersebut. Pihaknya terus mengupayakan melakukan pencarian hingga korban ditemukan.

"Masyarakat setempat turut melakukan pencarian, mudah-mudahan segera berhasil," ujarnya.

Kepala Kantor Basarnas Palembang Hery Marantika menambahkan, untuk memudahkan proses pencarian pihaknya menurunkan satu set rubber boat, 2 set alat selam, dan navigasi. Petugas gabungan masih di lapangan dan operasi dilanjutkan besok pagi jika sampai sore belum juga ditemukan.

"Kendalanya arus sungai deras dan pekat, tapi tetap kita upayakan penyelaman," kata dia. (mdk/fik)

Baca juga:
Ingin Menolong, Toni Hanyut saat Seberangi Sungai Ular
Tim SAR Lanjutkan Pencarian Penumpang Loncat dari Kapal Ferry Merak-Bakauheni
Ditinggal Teman Kejar Layangan, Bocah 10 Tahun Hilang di Sungai Kampung Pulo
Pemancing Tercebur Danau Galian Pasir di Cisauk Ditemukan Tewas
Jasad Santri yang Terseret Arus Ditemukan di Kali Jangkuk Mataram

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami