Berharap kesembuhan dari pijat golok dan api

PERISTIWA | 16 Juli 2018 13:22 Reporter : Dian Ade Permana

Merdeka.com - Metode pengobatan yang dipakai Ardianto Cangianto berikut tidak biasa. Pria berusia 50-an tahun ini menggunakan golok dan api dalam mengobati pasien.

Ardianto yang tinggal di Gang Tengah No 40 kawasan Pecinan Kota Semarang ini awalnya mempraktikkan ilmu yang dimiliki untuk membantu seorang teman. Aksinya tersebut direkam dan diunggah di media sosial, kemudian viral.

"Itu sejak dua bulan lalu. Kemudian banyak yang datang, saya tidak mungkin menolak karena mereka membutuhkan bantuan dan menganggap saya bisa membantu," kata Ardianto, Senin (16/7).

Dia menceritakan, mendapat ilmu penyembuhan dengan golok dan api saat tinggal di Taiwan. "Terapi pengobatan menggunakan golok dan api ini masih langka dilakukan di Indonesia. Tetapi, di Taiwan sudah ada sejak puluhan tahun silam. Pijat golok dan api salah satu pengobatan rakyat asli Taiwan," jelasnya.

Dia membatasi setiap hari maksimal tujuh pasien. Tujuannya, agar fokus saat melakukan terapi karena setiap orang membutuhkan waktu setidaknya satu hingga dua jam.

Kebanyakan pasiennya penasaran dengan pijat api dan golok. Bagi sebagian orang, teknik pengobatan itu sangat unik karena tak lazim digunakan.

"Kalau golok itu kan ujungnya runcing dan tajam. Maka bisa fokus memijat syaraf-syaraf yang sakit ketimbang pakai jari. Itu ampuh untuk meredakan penyakit organ dalam tubuh," paparnya.

Sedangkan pijat api, berkhasiat mengembalikan daya tahan tubuh menjadi prima dan sehat. Menurutnya, badan manusia sebenarnya memerlukan kehangatan yang stabil. Namun dalam kenyataannya, banyak orang kerap mengeluh terserang penyakit lantaran pola hidup yang kacau.

Dia menyebut terapi golok berkhasiat meredakan asam urat, pegal linu, keseleo pada urat, nyeri punggung, jantung, migrain sampai gejala stroke ringan. Sementara yang teknik api dipercaya ampuh menghilangkan masuk angin, keringat dingin dan penyakit dalam tubuh lainnya.

Berbeda dengan di Taiwan yang memakai golok bekas jagal hewan, di klinik milik Ardianto, mata golok yang digunakan memijat masih baru. Tubuh pasien juga dilapisi handuk.

"Karena dipercaya bisa mengusir arwah jahat, maka tabib-tabib Taiwan pakainya golok bekas jagal binatang. Bahkan cara bacoknya sangat kenceng. Kayak mencacah daging. Kalau di Semarang biar enggak keliatan ekstrem dan meminimalisir luka akibat sabetan golok, ya pasiennya dilapisi handuk," terangnya. (mdk/cob)


Binatang 'menggelikan' ini bermanfaat besar untuk kesehatan
Sembuhkan beragam penyakit dengan 'semedi' di gua garam Yordania
Reaksi kucing dan anjing ketika diterapi akupunktur
Menenangkan epilepsi dengan minyak ganja
Rumah sakit di Prancis gunakan lintah untuk pengobatan
Tak punya biaya operasi kanker payudara, nenek Biji berobat ke dukun

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.