Berharap Makin Maju, Warga Ingin Palembang Dimekarkan Jadi Kabupaten Baru

PERISTIWA | 12 Juni 2019 17:12 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Sejumlah tokoh masyarakat sepakat mengajukan ke pemerintah untuk pemekaran Kota Palembang menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB). Tujuannya tak lain karena kota itu semakin padat dan pesat pembangunannya.

Kesepakatan itu diwujudkan dengan membentuk Presidium Persiapan Pembentukan Kabupaten Palembang Ulu (P3KPU) beberapa hari lalu. Kabupaten Palembang Ulu meliputi beberapa wilayah bagian hulu Jembatan Ampera, seperti Kecamatan Kertapati, Plaju, Seberang Ulu I, Seberang Ulu II dan Kecamatan Jakabaring.

Ketua Presidium P3KPU, Suparman Roman mengatakan, Kabupaten Palembang Ulu sudah pantas dibentuk karena sudah memenuhi syarat administratif dan teknis. Wilayahnya juga terbilang sangat luas ditambah beberapa kecamatan dari kabupaten lain yang berkeinginan bergabung dengan Palembang Ulu.

"Untuk persyaratan sudah terpenuhi, tinggal persetujuan pemerintah saja. Artinya Palembang dibagi menjadi dua yang dipisahkan Jembatan Ampera, ada kotamadya ada kabupaten," ungkap Suparman, Rabu (12/6).

Dia menilai Palembang selayaknya dimekarkan dengan tujuan memacu percepatan pembangunan. Dengan demikian, kota pempek semakin maju baik dalam infrastruktur maupun sumber daya manusia.

"Tujuan kami hanya ingin Palembang semakin maju," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Walikota Palembang Harnojoyo menilai ide pemekaran merupakan bentuk warganya semangat membangun daerah. Hanya saja mesti didukung kajian akademis sehingga DOB berdampak pada kesejahteraan masyarakat bukan justru kepentingan politik pribadi orang-orang tertentu.

"Jika Palembang dimekarkan tidak ada masalah, tapi bukan karena kepentingan pribadi atau satu kelompok, jelas untuk pembangunan dan kesejahteraan," kata dia.

Baca juga:
Ridwan Kamil Perjuangkan Pemekaran di Jabar Demi Pangkas Ketimpangan Ekonomi
Moratorium Belum Dicabut, Pemprov Jabar Siapkan Pemekaran Daerah
Maluku Tenggara Barat Resmi Berubah Jadi Kepulauan Tanimbar
Uu Ruzhanul: Daerah Otonomi Baru di Jawa Barat Tak Bisa Ditawar
Pelajar Protes Pemekaran Luwu Utara ke Jokowi di Pembukaan Muktamar IPM

(mdk/ray)