Berkali-kali minta maaf, Florence tetap masuk bui

PERISTIWA | 31 Agustus 2014 07:03 Reporter : Dharmawan Sutanto

5. Permintaan maaf ditolak

Merdeka.com - Setelah dilaporkan ke Polda DIY oleh sejumlah komunitas di Yogyakarta, Florence bersama pengacaranya, Wibowo Malik mendapatkan undangan untuk melakukan klarifikasi dan dipertemukan dengan pihak pelapor untuk melakukan upaya perdamaian. Sayangnya upaya tersebut gagal.

Menurut Ryan Nugroho perwakilan dari Reptil RO Yogyakarta yang melaporkan Florence, upaya perdamaian tersebut ditolak karena mereka menilai Florence tidak melakukannya dengan tulus.

"Kami menolak karena terlihat Florence dan kuasa hukumnya tidak tulus, kita bisa lihat gesture tubuhnya, bagaimana dia bicara," kata Ryan, Sabtu (30/08).

Selain itu dalam pembicaraan mereka, Ryan menilai bahasa yang diucapkan oleh kuasa hukum Florence tidak seperti meminta maaf tetapi menyuruh.

"Bahasanya itu seperti menyuruh kami mencabut laporan, lho kita harus tahu siapa yang salah, bahasanya tidak seperti itu, makanya kami tidak respek," ujarnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Penasehat hukum Florence, Wibowo Malik SH, membenarkan jika ada upaya perdamaian. Namun pihaknya menolak jika dikatakan tidak tulus meminta maaf.

"Kami sudah dengan setulus hati meminta maaf, bahkan ketika mereka meminta permintaan maaf secara langsung, kami lakukan itu, sebelumnya sudah lewat media pun begitu," kata Wibowo.

Dalam perdamaian tersebut pihaknya juga merasa dijebak. Saat itu menurut Wibowo, mereka datang untuk melakukan klarifikasi, namun pada kenyataannya Florence langsung di periksa dan di BAP.

"Undangannya klarifikasi, tapi ini tadi malah di BAP, makanya klien kami menolak untuk menandatangani BAP," tegasnya.

Baca juga:
Tahan Florence, aparat Polda DIY dinilai sebarkan rasa takut
Budayawan Butet SMS Kapolda DIY minta Florence dibebaskan
Koalisi LSM nilai penahanan Florence 'lebay'
Polisi dinilai terlalu cepat masukkan Florence ke dalam tahanan
Hina Yogya, Florence terancam pidana penjara 6 tahun
Periksa kasus Florence, polisi undang psikolog dan ahli bahasa