Berkas Perkara Polisi Tembak Polisi di Depok Telah Dilimpahkan ke Kejaksaan

PERISTIWA | 12 Agustus 2019 11:44 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono memastikan berkas perkara Brigadir RT telah dikirim ke Kejaksaan. Brigadir RT yang merupakan anggota Polairut diamankan setelah menembak mati rekannya sesama polisi Bripka Rahmat Effendi, anggota Polantas di Polsek Cimanggis karena masalah tawuran.

"Jadi, penanganan terkait dengan anggota yang di Polsek Cimanggis yang ditembak sudah sampai tahap 1, berkas sudah kita serahkan ke Kejaksaan," kata Gatot di Mapolda Metro Jaya, Senin (12/8).

Gatot mengatakan, berkas tahap pertama sudah diserahkan penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada awal Agustus 2019. Saat ini, berkas tersebut tengah dipelajari oleh Kejaksaan.

"Kalau nanti Jaksa mengatakan sudah lengkap akan dikembalikan ke kita. Kemudian, kita akan menyerahkan tahap kedua (penyerahan tersangka dan barang bukti)," ujar Gatot.

"Kalau masih ada kekurangan, Jaksa akan menyerahkan berkas P19 (tahap pertama) dan kita lengkapi," sambungnya.

Ia menambahkan, hasil kejiwaan Brigadir RT normal. Dalam kejadian ini, Gatot telah meminta agar seluruh anggota yang memegang senjata api agar dievaluasi.

"Khususnya terhadap pemeriksaan psikologinya dilakukan dengan benar, sehingga anggota itu tidak mudah emosional, karena kalau emosional kan berbahaya," katanya.

Sebelumnya, Kakor Polairud Baharkam Polri Irjen Zulkarnaen Adinegara melayat ke rumah duka Bripka Rahmat Efendi di Jalan Karsa, Sukamaju Baru, Tapos Depok. Bripka Rahmat tewas ditembak oleh Brigadir RT yang merupakan anggota Polairud.

Pelaku saat ini menjalani pemeriksaan di Reskrim Polda Metro Jaya. "Ke reserse untuk pidana umumnya. Untuk etika dan disiplin kita ke propam. Yang demikian itu mungkin bisa dipastikan pemecatan, itu makan melalui sidang kode etik," katanya ditemui di rumah duka, Jumat (26/7).

Mengenai senjata yang dibawa pelaku pun akan didalami. Karena saat kejadian pelaku sedang tidak bertugas. "Seharusnya tidak boleh bawa senjata. Kecuali tugas, misalnya lagi patroli di laut. Sedang diperiksa juga apakah ada surat izinnya," paparnya.

(mdk/rhm)