Bermodus Ajak Main Ludo di Hotel, 3 Pria Perkosa dan Rampok 4 Wanita di Jakpus

PERISTIWA | 16 September 2019 16:45 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Tiga komplotan pencuri disertai pemerkosaan ditangkap anggota Polres Metro Jakarta Pusat. Ketiga pelaku berinisial MHT, KKH dan RK ditangkap saat hendak melakukan aksinya di hotel kawasan Senen, Jakarta Pusat, Minggu (15/8) dini hari.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Arie Ardian mengatakan, aksi komplotan ini bermodalkan aplikasi daring cari jodoh 'Badoo' mengincar para korbannya. Para pelaku kemudian mengajak korban bertemu di sebuah hotel setelah mendapat targetnya.

"Setelah berkenalan di media sosial, korban diajak ketemu oleh para tersangka kemudian diajak ke sebuah hotel," kata Arie di Polres Jakarta Pusat, Senin (16/9).

Setelah bertemu di hotel, para tersangka mengajak korbannya bermain game Ludo sebagai permulaan aksi. Bagi yang kalah, akan minum minuman keras.

Para tersangka pun diam-diam telah mencampur miras tersebut dengan obat tetes mata. Efeknya, korban terlelap dalam kemabukan dan hilang kesadaran.

Setelah tak berdaya, para tersangka memerkosa korban secara bergantian. Kemudian, barang berharga milik korban digasak oleh para pelaku.

"Barang milik korban juga dibawa pelaku seperti ponsel genggam, dompet, dan uang," kata Arie.

Arie menambahkan, polisi langsung meringkus para tersangka usai korban membuat laporan. Polisi juga melepaskan timah panas kepada tersangka KKH dan RK karena melawan saat hendak ditangkap.

"Setelah ada laporan kita coba telusuri, dan kita berhasil tangkap satu orang pelaku dan berkembang ke dua pelaku lainnya," kata Arie.

Dia menambahkan, para tersangka mengakui sudah menyasar empat perempuan dengan modus serupa. Korbannya mahasiswi berusia 21 hingga 24 tahun.

"Mana yang mungkin bisa diajak kenalan, dan dapat melakukan perbuatan seperti itu," tutupnya.

Atas perbuatannya, para tersangka itu terancam pasal tindakan pidana 365 KUHP tentang pencurian dan pasal 286 KUHP tentang pencabulan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Baca juga:
Pria di Musi Rawas Perkosa Adik Ipar yang Masih SMP Hingga Hamil 7 Bulan
Pemangku Adat Minta Warga Baduy Hati-Hati Gunakan Perhiasan
Pemangku Adat Sebut Pembunuh Gadis Baduy Tak Bisa Dikenakan Hukum Adat
Keluarga Tak Tahu Apung Kabur ke Palembang jadi Buronan Kasus Pembunuhan Gadis Baduy
Fakta-Fakta Pembunuhan dan Perkosaan Gadis Baduy Bikin Miris Hati
Pengakuan Pembunuh dan Pemerkosa Gadis Baduy Bikin Merinding
VIDEO: Pengakuan Pembunuh Gadis Baduy

(mdk/gil)