Bersaksi di sidang Cebongan, 3 sipir didampingi psikolog

Bersaksi di sidang Cebongan, 3 sipir didampingi psikolog
Sidang kasus Lapas Cebongan. ©2013 Merdeka.com/parwito
PERISTIWA | 2 Juli 2013 10:10 Reporter : Parwito

Merdeka.com - Tiga sipir Lapas Cebongan Sleman menjadi saksi dalam sidang 12 anggota Kopassus yang menjadi terdakwa penyerangan Lapas Cebongan. Sidang digelar di Pengadilan Militer (Dilmil) II-11 Bantul, Yogyakarta.

Sidang rencananya menghadirkan sebanyak empat orang saksi. Tiga orang di antaranya merupakan sipir LP Cebongan yaitu Margo Utomo, Indrawan Tri Widayanto, dan Supratiknyo. Satu lainnya adalah mantan Kepala LP Cebongan, Sukamto Harto.

"Selama persidangan mereka akan didampingi psikolog bentukan LPSK. Bentuknya berupa penguatan psikologis agar mereka bisa memberikan keterangan sesuai fakta. Pendampingan akan terus dilakukan sampai akhir sidang. Bentuknya adalah pantuan langsung, bukan untuk menyetir keterangan saksi," ujar Kepala Kanwil Kemenkum HAM DIY, Rusdianto Selasa(2/7).

Rusdianto yang langsung menghadiri sidang hari ini menjelaskan tidak ada paksaan bagi saksi untuk hadir. Jika sampai hari H sampai sidang berikutnya mereka memutuskan tidak sanggup, telah disiapkan peralatan video konferensi.

Anggota LPSK Irjen (Purn) Teguh Soedarsono mengatakan, psikolog yang mendampingi saat sidang jumlahnya disesuaikan dengan saksi yang dipanggil. Teguh mengatakan, ketiganya akan didampingi dua psikolog.

"Ada sebanyak 18 orang psikolog. Belum lagi dari LPSK. Tapi saksi yang disentuh sebanyak 42 orang. Untuk tiga saksi ini didampingi petugas LPSK dan dua orang psikolog," ungkapnya.

Saat ini proses peradilan sudah memasuki agenda pemeriksaan saksi. Saksi yang akan dihadirkan oleh pihak Lapas sebanyak 43 orang, terdiri dari 31 tahanan, 11 petugas lapas, dan satu mantan kepala lapas.

Dari pantauan di Dilmil II-11 Bantul Yogyakarta, sejak pagi sudah terlihat beberapa elemen masyarakat melakukan pengamanan. Namun masa yang datang lebih sedikit yang datang dan ingin menyaksikan sidang tidak seramai pada sidang pertama dan sebelumnya.

Sementara, beberapa anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menggunakan seragam baret merah berada di samping gedung melakukan koordinasi. Para terdakwa juga sudah berada di ruang tahanan menunggu jalanya sidang dimulai. (mdk/did)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami