Bersisa Kapal dan Baju Terapung, Nelayan Kolaka Hilang Misterius

PERISTIWA | 9 Desember 2019 04:03 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Seorang nelayan hilang di perairan Pasir Putih, perbatasan Kolaka dan Bombana, sejak Rabu (4/12). Nelayan tersebut, bernama Nurdin (45), asal Kecamatan Toari, Kabupaten Kolaka.

Hingga hari ketiga pencarian, tim SAR yang mencari belum menemukan korban yang keluar melaut dengan perahu bermesin tempel. Tim pencari hanya menemukan barang-barang milik korban, termasuk perahu.

Pada pencarian hari pertama, Kamis (5/12), nelayan dan tim SAR hanya menemukan gabus tempat penyimpanan ikan milik korban, penutup tanki BBM dan beberapa bungkus rokok.

"Tim SAR sudah mengerahkan 2 perahu karet bantuan dari Pos SAR Kolaka dan PT Antam serta enam orang tim yang dibantu lima perahu nelayan sejak hari pertama dilaporkan, tapi masih nihil," ujar Humas Kantor SAR Kendari, Wahyudi, Sabtu (7/12) pagi.

1 dari 4 halaman

Pada pencarian hari kedua nelayan hilang, Jumat (6/12), tim kembali pulang dengan hasil nihil. Namun, saat itu keluarga korban menemukan baju kaos lengan panjang berwarna gelap yang digunakan korban saat melaut.

"Bajunya terapung, ditemukan sekitar 100 meter dari lokasi perahu ditemukan pertama kali pada saat pencarian hari pertama," ujar Humas Kantor SAR Kendari, Wahyudi.

Diketahui, jarak antara lokasi kecelakaan dengan Pos SAR Kolaka searah garis lurus, kurang lebih 31 mil laut. Diperkirakan, waktu tempuh sekitar 3 sampai 4 jam menuju lokasi.

2 dari 4 halaman

Sejak hari pertama, tim memulai pencarian sejak pukul 06.00 Wita dan berhenti pada pukul 18.00 Wita. Hingga hari ketiga, tim SAR belum memperlebar lokasi pencarian.

"Kami berharap, masih ada di sekitar lokasi. Terkait jarak pencarian, tim yang memutuskan untuk memperlebar atau tidak," tambah Wahyudi.

Diketahui, lokasi perairan pasir putih kadang sukar ditebak. Meskipun laut kadang teduh, namun badai bisa muncul dan menghilang tiba-tiba di lokasi nelayan hilang.

3 dari 4 halaman

Awalnya, korban keluar memancing sejak Rabu (4/12) sekitar pukul 07.00 Wita. Seharusnya, korban kembali ke rumah sekitar pukul 17.00 Wita pada sore hari. Namun, ternyata korban tak pulang hingga menjelang malam.

Keesokan harinya, keluarga korban melapor di Pos SAR Kolaka sekitar pukul 08.20 Wita. Sekitar 15 menit, pukul 08.35 wita Tim Rescue Pos SAR Kolaka diberangkatkan menggunakan satu rescue car membawa satu unit rubber boat beserta alat pendukung keselamatan lainnya.

"Tapi, hingga sore menjelang malam, belum ada tanda-tanda. Kita balik dan lanjut lagi Jumat pagi," ujar Ka Pos SAR Kolaka, Buhari.

4 dari 4 halaman

Pada Jumat pagi, Tim SAR gabungan hanya berhasil menemukan perahu milik korban dalam keadaan terombang-ambing tanpa korban berada di perahu sekitar 5 nautical mile dari lokasi kecelakaan.

Pada Jumat sore, tim juga hanya menemukan baju korban yang sudah terlepas dari tubuh korban. Namun, hingga kini jasad korban belum ditemukan.

Sumber: Liputan6.com (mdk/rnd)

Baca juga:
Drama Hilangnya Kades di Banjarnegara Akhirnya Ditemukan
Dilaporkan Hilang, Kades Terpilih di Banjarnegara Menyepi ke Pesantren di Salatiga
Kades di Banjarnegara Menghilang Setelah Terpilih Ditemukan di Pesantren
Teka Teki Hilangnya Kades Terpilih di Banjarnegara
Kades Terpilih di Banjarnegara yang Hilang Akhirnya Ditemukan
Kades Terpilih di Banjarnegara Hilang, Polisi Sempat Telusuri Komunikasi di Ponsel

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.