Berstatus Tersangka Korupsi, 28 PNS di Riau Belum Dicopot

PERISTIWA | 11 Desember 2019 12:28 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - 28 Pegawai Negeri Sipil di Riau masih bertugas meski menyandang status sebagai tersangka kasus korupsi. Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau, Hilman Azizi mengatakan berdasarkan aturan, PNS yang terbukti terlibat korupsi seharusnya dipecat.

"Ada 28 orang PNS berstatus tersangka korupsi. Sesuai aturan, jika terbukti bisa dipecat," ujar Hilman Azizi saat dikonfirmasi, Rabu (11/12).

Para PNS itu menyandang status tersangka korupsi selama tahun 2019. Jumlah ASN itu mendominasi jumlah tersangka perkara korupsi yang ditangani Kejaksaan Tinggi Riau dan jajaran.

"Selain PNS, ada juga tersangka korupsi dari berbagai kalangan sebanyak 18 orang, ada karyawan BUMN serta kontraktor," ucapnya.

1 dari 1 halaman

Hilman menyebutkan, pihaknya akan lebih hati-hati menangani kasus korupsi yang melibatkan PNS. Jaksa akan melihat sejauh mana keterlibatan PNS dalam kasus korupsi.

"Bila modus yang dilakukan berdampak luas atau sangat aneh tentu dilanjutkan penyidikannya," kata Hilman.

Penetapan tersangka itu berdasarkan dari penyidikan perkara korupsi yang dilakukan Kejati Riau dan jajaran. Satu tahun, dilakukan penyidikan 22 perkara korupsi. Kejati Riau melakukan penyidikan 6 perkara.

Sedangkan 16 perkara lain disidik oleh 11 Kejaksaan Negeri di Riau, kecuali Kejari Rokan Hulu yang nihil penyidik. (mdk/ray)

Baca juga:
Apa Mungkin Koruptor di Indonesia Dihukum Mati?
Sidang Suap Bupati Muara Enim, Kontraktor Sebut Kerap Diperas Ketua DPRD
UU Tipikor Sudah Beri Raung Bagi Hakim untuk Hukum Mati Koruptor
DPR Minta Jokowi Tak 'Lempar Bola' ke Masyarakat Soal Hukuman Mati Koruptor
DPR Tantang Jokowi Tak Hanya Wacana Soal Hukuman Mati Koruptor

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.