Bertambah, Korban Meninggal Akibat DBD di NTT Menjadi 39 Orang

Bertambah, Korban Meninggal Akibat DBD di NTT Menjadi 39 Orang
kasus DBD di Sikka. ©2020 Merdeka.com
PERISTIWA | 12 Maret 2020 19:25 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Jumlah korban meninggal akibat demam berdarah dengue (DBD) bertambah. Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur melaporkan, hingga Kamis (12/3) malam pukul 19.00 WITA, jumlah korban meninggal akibat gigitan nyamuk aedes aegypti mencapai 39 orang.

"Korban yang meninggal akibat DBD di NTT sampai saat ini sudah mencapai 39 orang," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi NTT David Mandala kepada ANTARA di Maumere.

Jumlah kematian korban DBD itu dikumpulkan dari 22 kabupaten/kota yang terhitung sejak Januari hingga Maret. Menurut dia, selain jumlah korban yang meninggal terus bertambah jumlah kasus DBD di NTT juga terus naik. Sampai dengan saat ini jumlah kasus DBD di NTT sudah mencapai 3.284 kasus dibandingkan di hari sebelumnya hanya mencapai 3.222.

"Artinya terjadi kenaikan sebesar 62 kasus DBD di NTT plus satu kasus kematian, " tutur dia.

Lebih lanjut, dari 32 korban meninggal akibat DBD di NTT, penyumbang terbanyak adalah dari Kabupaten Sikka dengan jumlah korban meninggal mencapai 14 orang.

Sementara itu jumlah kasus DBD per Kamis (12/3) di Sikka, justru telah meningkat drastis menjadi 1.264 kasus di mana di hari yang sama pada pukul 15.00 wita hanya berada pada angka 1.255 kasus.

Urutan kedua ditempati oleh Kota Kupang dengan jumlah kasus mencapai 470 kasus dengan angka kematian mencapai 5 orang.

Posisi ketiga ditempati oleh Kabupaten Belu, dengan jumlah kasus mencapai 335 kasus dengan jumlah kasus mencapai empat orang.

"Kalau untuk Belu ada penambahan korban DBD yang meninggal satu orang siang tadi, " tambah dia.

Dia mengatakan semakin meningkatnya jumlah pasien DBD yang meninggal di provinsi itu diakibatkan karena keterlambatan untuk membawa korban ke puskesmas atau RS agar bisa diperiksa.

Pemerintah provinsi juga sudah melakukan berbagai cara untuk menekan angka kematian akibat DBD. Salah satu cara adalah mengirimkan sejumlah dokter spesialis ke sejumlah daerah yang terparah kasus DBDnya.

Bahkan saat ini khusus untuk Kabupaten Sikka saja, provinsi NTT mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat seperti dokter ahli dan perawat.

Masyarakat diminta agar tetap menjaga kebersihan lingkungan serta memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk aedes aegypty seperti pemberantasan sarang nyamuk. (mdk/noe)

Baca juga:
Kasus DBD di Sumsel Mencapai 1.400, 3 Orang Meninggal Dunia
DPR Minta Kementerian Kesehatan Beri Perhatian Khusus KLB DBD di NTT
Kasus DBD Meningkat, KSP Instruksikan Mitigasi Serius
Pembunuh Sesungguhnya Bernama Virus DBD
5 Fakta Demam Berdarah yang Tewaskan Ratusan Orang di Indonesia

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami