Bertemu Mahfud, Rektor UIN Sumut Minta Dukungan Program Deradikalisasi

PERISTIWA | 20 November 2019 13:43 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menko Polhukam Mahfud MD hari ini menerima audiensi dari Rektor UIN Sumatera Utara Saidurrahman, di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat. Dia turut ditemani sejumlah tokoh agama, di antaranya Tokoh Agama Sumatera Utara, Tuan Guru Batak, Syekh H Ahmad Sabban Elrahmaniy Rajagukguk dan Romo Antonius Benny Susetyo.

Menurut Saiudarrahman, dia ingin mendapatkan dukungan dari Menko Polhukam, terkait program deradikalisasi. Di mana, baru-baru ini, di Medan, terjadi aksi terorisme lantaran terpapar radikalisme dari kelompok teror yang diduga berafiliasi dengan JAD.

"Kami adakan seminar nasional untuk kukuhkan, bahwa NKRI harga mati. Dan dalam rangka deradikalisasi sekaligus moderasi beragama. Kita yakin dengan Kebhinekaan, kita terjaga dan masyarakat kita Insya Allah lebih sejahtera," kata Saiudarrahman, usai melakukan pertemuan, Rabu (20/11).

Dia menuturkan, atas kejadian itu, pihaknya dan sejumlah tokoh agama berupaya untuk meyakinkan bahwa Islam itu bukan agama kekerasan.

"Jadi kita harus memastikan bahwa, ajaran agama kita adalah agama yang Rahmatan Lilalamin, agama yang moderat, yang bisa merangkul semua keragaman," ungkap Saiudarrahman.

1 dari 1 halaman

Rangkul Semua Pihak

Senada, Tuan Guru Batak, memang sudah waktunya untuk merangkul semua pihak, terlebih untuk program deradikalisasi ini.

"Saya sebagai tokoh Islam, saya punya kewajiban untuk mencintai saudara-saudara kita. Dan itu adalah ibadah. Ini yang harus kita komunikasikan terus. Nanti akan ada seminar lebih lanjut dengan rektor juga. Kita ingin sadarkan keragaman kita agar lebih sejuk dan damai," jelasnya.

Menurut Tuan Guru Batak, dengan kejadian di Medan beberapa hari lalu, menjadi warning bagi seluruh pemuka agama, untuk memastikan setiap ajaran agama yang diberikan ke masyarakat, tidak ada yang menyimpang.

"Oleh karenanya, warning bagi kita seluruh tokoh-tokoh agama secara khusus harus benar-benar sampai ke akar rumput, memastikan di setiap daerah tak ada ajaran ajaran yang menyimpang. Jadi ini tak boleh lagi tokoh masyarakat secara sendiri sendiri," tukasnya.

Sementara itu, Romo Benny melihat, nilai-nilai Pancasila itu harus terus dibawa dan disampaikan ke masyarakat.

"Sehingga pentingnya bagi masyarakat untuk membangun sistem keamanan rakyat semesta, itu yang penting. Jadi sekarang ini ruang publik itu harusnya lebih banyak ruang pergaulan yang inklusif dibangun di tingkat akar rumput, yang ketiga adalah pemahaman agama yang utuh, karena kekerasan itu kan sebenarnya karena pemahaman agama yang sempit," tuturnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com (mdk/eko)

Baca juga:
Buya Syafii Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri Penganut Teologi Maut
Mahfud MD: Deradikalisasi Itu Tidak Bisa Sederhana
Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Pimpinan MPR Pertanyakan Program Deradikalisasi
Mantan Napi Terorisme Minta Kemenag Buat Program Strategis Deradikalisasi
Bom Bunuh Diri di Medan, Menag Sebut Program Deradikalisasi Tetap Dilanjutkan