Bertemu Menko Polhukam, Otto Hasibuan Bahas Penyatuan Peradi

PERISTIWA | 15 November 2019 08:19 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Dewan Presidium Nasional Persatuan Persatuan Advokat Indonesia (DPN Peradi) bertemu Menko Polhukam Mahfud MD, Kamis (14/11), membahas upaya menyatukan Peradi yang saat ini terpecah menjadi tiga kubu.

"Jadi pertama kita datang ke sini, perlu diketahui bahwa Pak Menko ini itu adalah Ketua Dewan Pakar Peradi. Jadi kita intinya ingin memberikan semangat kepada beliau dalam menjalankan tugasnya. Kami tadi berdiskusi mengenai beberapa hal termasuk bagaimana upaya mempersatukan Peradi," kata mantan Ketua DPN Peradi Otto Hasibuan.

Hadir juga dalam pertemuan tersebut Ketua Umum Peradi Yusuf Fauzie Hasibuan serta sekitar 20 anggota Peradi. Pertemuan berlangsung di Ruang Aula, Kantor Kemenko Polhukam, Jl Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan itu, Otto juga menjelaskan kalau pihaknya keberatan dengan surat keputusan MA yang dengan mudahnya menyumpahkan seseorang untuk menjadi advokat.

"Tapi yang paling penting bagaimana cara surat MA No 73 yang membolehkan semua advokat diusulkan dari organisasi mana pun bisa diangkat. Itu membuat kualitas advokat Indonesia hancur karena, mutu standarisasi profesi jadi tak bisa terjaga," bebernya.

"Bayangkan, Anda bisa dirikan organisasi 2-3 orang kemudian anda bisa menarik uang dari orang terus mengajukan ke pengadilan tinggi untuk disumpah lalu besoknya jadi advokat. Itu yang terjadi sekarang," papar Otto dengan nada prihatin.

Mahfud kata Otto, sempat berpesan untuk terus menjaga kekompakkan. Terkait keputusan MA, Mahfud, jelas Otto akan mengupayakan untuk dicari penyelesaiannya.

"Berkali-kali beliau katakan bagaimanapun harus bersatu. Tapi soal surat MA, mereka akan mengupayakan, karena ini di luar struktur mereka, tapi Mahfud dia akan cari jalan terbaik menyelesaikan, karena bagaimanapun advokat adalah penegak hukum, jika salah satu tiangnya lemah maka penegak hukum menjadi lemah," tutur Otto.

Otto mengatakan, tidak masalah Peradi ada berapa, namun pihaknya merasa terganggu dengan adanya Peradi yang lain.

"Kami terganggu dengan adanya Peradi lainnya. Bayangkan saja, ada Peradi hanya pengurus tanpa ada anggota. Tapi, coba tanya Peradi kami, semua daerah ada pengurus dan anggotanya," katanya meyakinkan.

Seperti diketahui DPN Peradi terbelah menjadi tiga kubu yakni Yusuf Fauzie Hasibuan dan Juniver Girsang sejak musyawarah nasional pada 2015. Bahkan kemudian muncul DPN Peradi kubu Luhut MP Pangaribuan.

Baca juga:
Mahfud Sebut Ada Menteri Tak Cocok dengan KKR di Periode Pertama Jokowi
Mahfud Sebut Surat untuk Rizieq Bukan Pencekalan, Tapi Larangan Keluar dari Arab
Mahfud MD: Deradikalisasi Itu Tidak Bisa Sederhana
Mahfud MD Sebut Jaringan Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan Sudah Dikantongi Polisi
Polri Bantah Menko Polhukam Ada Pelaku Lain Bom di Mapolrestabes Medan
VIDEO: Mahfud MD Sebut Satu Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Masih Diburu

(mdk/cob)