Bertemu Uskup Agung Jakarta, Menag Diskusi Penguatan Moderasi Beragama

Bertemu Uskup Agung Jakarta, Menag Diskusi Penguatan Moderasi Beragama
Sertijab Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. ©Biropers Kemenag
PERISTIWA | 24 Januari 2021 11:28 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bertemu dengan Uskup Agung Jakarta Prof Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo di Gereja Katedral Jakarta. Yaqut mengatakan pertemuan ini adalah pertama kali bagi dirinya dan Suharyo.

"Kunjungan silaturahim ini sudah lama saya rencanakan. Namun, karena padatnya kegiatan dan acara di Kemenag, sehingga baru sekarang bisa terwujud. Saya senang sekali bisa masuk ke sini. Sebelumnya saya hanya bisa melihat dari luar," kata Menag mengawali perjumpaan dengan Uskup Agung Suharyo Hardjoatmodjo dikutip dalam keterangan pers, Minggu (24/1).

Pertemuan dua tokoh ini mendiskusikan masalah penguatan moderasi beragama. Yaqut menegaskan bahwa penguatan moderasi beragama sebagai salah satu prioritasnya.

"Visi kebangsaan dan moderasi beragama menjadi prioritas kami," kata Yaqut

Menurut Yaqut, dukungan dari umat Katolik Indonesia sangat dibutuhkan dalam upaya mengemban tugas di Kementerian Agama. Terlebih dia mengklaim akan berkomitmen untuk menjadikan Kemenag sebagai milik semua umat.

"Kami tengah membangun cita-cita peradaban manusia ke arah yang lebih baik dari masing-masing agama dan kami mohon bimbingannya. Tatanan ke depan hubungan antarumat beragama semoga bisa semakin baik," ungkap Yaqut.

Sementara itu, mewakili Keuskupan Agung Jakarta dan umat Katolik, Uskup Agung Suharyo Hardjoatmodjo menyampaikan terima kasih kepada Menag atas kunjungannya ke Gereja Katedral. Dia pun berharap para Yaqut dapat bekerja untuk Tanah Air.

"Kami gembira saat Njenengan ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Agama Republik Indonesia. Sebagai umat, kami mendoakan semoga pelayanan yang Bapak Menteri Agama dan jajaran diberkati Tuhan sesuai dengan cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia," ujar Suharyo Hardjoatmodjo.

Usai saling menyapa, Uskup Agung Jakarta Suharyo Hardjoatmodjo pun mengajak Yaqut untuk meninjau dari dekat Gereja Katedral. Sambil menyusuri Katedral, Uskup Agung Jakarta Suharyo Hardjoatmodjo menyatakan gereja dengan kapasitas 800 jemaat itu kini hanya bisa diisi oleh 160 jemaat dalam menjalani peribadatan atau sekitar 20 persen, akibat pandemi Covid-19.

Di altar utama Gereja Katedral terpampang sebuah tulisan 2021, Tahun Refleksi, Semakin Mengasihi, Semakin Terlibat, Semakin Berkat. Ornamen-ornamen bergaya Neo Gotik yang dibangun oleh arsitek M.J Hulswit ini menambah keindahan bagian dalam Gereja Katedral.

Uskup Agung Suharyo Hardjoatmodjo mengatakan lukisan-lukisan di dinding gereja menjelaskan tentang peristiwa jalan salib yang pernah dialami Yesus Kristus. Dia menambahkan, keuskupan Agung Jakarta membawahi 37 keuskupan dari Medan hingga Merauke. Sejak tahun 2000, semua uskupnya adalah orang Indonesia di mana tahun sebelumnya ada yang berasal dari Belanda.

"Banyak teman-teman saya di Eropa yang ingin mengenal Islam di Indonesia, khususnya NU dan Muhammadiyah. Menurut mereka, Islam di Indonesia itu berbeda dengan sebagian negara di Timur Tengah," ungkap Suharyo. (mdk/eko)

Baca juga:
Menag Harap Kiai di Pesantren dan Tokoh Agama Jadi Prioritas Vaksinasi Covid-19
Menag Harap Calon Jemaah Haji Dapat Prioritas Vaksinasi Covid-19
Jika Saudi Beri Kepastian, Kloter Pertama Haji 2021 Berangkat 15 Juni
Menteri Agama: Jasa Syekh Ali Jaber Sangat Besar Dalam Dakwah di Indonesia
Menag: Jangan Ragu Untuk Mengikuti Vaksinasi Covid-19
Bertemu Menag, Dubes Arab Saudi akan Beri Kepastian Keberangkatan Haji 2021

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami