Bertemu Wapres Ma'ruf Amin, ISMI Laporkan Rencana Pembangunan KEK Halal

PERISTIWA | 12 November 2019 13:35 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menemui Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) di kantornya, Jalan Merdeka Utara, Selasa (12/11). Dalam pertemuan tersebut ISMI melaporkan beberapa hal terkait rencana membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) halal di Aceh Selatan.

Ketua Umum ISMI Ilham Akbar Habibie memberikan usulan untuk membentuk KEK Halal yang disebut barat selatan (Barsela). Menurut dia, hal tersebut akan jadi KEK halal pertama di Indonesia.

"Jawabannya bapak Wapres adalah kita seperti kita ketahui, ekonomi syariah adalah penting sekali di sini," ujar Ilham di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (12/11).

Dalam pertemuan tersebut pihaknya meminta masukan pada Wapres mengenai rencana tersebut. Menurut Ma'ruf kata dia sangat mendukung untuk pengembangan ekonomi syariah. Sehingga kata dia, keberadaan KEK halal akan memperkuat rencana Pemerintah dalam pengembangan ekonomi syariah.

"Harus melalui proses perizinan yang standard yang dapat diperoleh melalui dewan KEK, di bawah kementerian koordinasi perekonomian, itu tadi akan kita jalankan," ungkap Ilham.

1 dari 1 halaman

Alasan Dipilih KEK Halal di Barsela Aceh

Di tempat yang sama, Ketua ISMI wilayah Aceh Nurchalis menjelaskan nantinya KEK Halal di Barsela Aceh ada kawasan integrasi terdiri dari delapan kabupaten dan empat kabupaten di alur tengah.Rencananya di Barsela akan dibangun arus ekonomi baru dengan program Surin Industrial Smart City (SISCA) yang terintegrasi mulai dari pemukiman. pusat industri hingga pelabuhan.

"Jadi alhamdulilah bapak wapres tadi mengatakan bahwa sangat berharap ini jadi program satu satunya, karena kenapa? karena belum ada kawasan KEK halal di Indonesia," ujar Nurchalis.

Nurchalus juga menjelaskan alasan pihaknya memilih KEK Halal berada di ISMI di Barsela Aceh.Sebab kata dia, Pemerintah Aceh Barat daya telah menyiapkan lahan 745 hektar.

"Karena biasanya KEK bermasalahnya di lahan, tapi lahan kita siapkan," kata Nurchalis. (mdk/rhm)

Baca juga:
4 Perusahaan Investasi Rp159 Miliar di Kawasan Ekonomi Khusus Palu
Hingga Oktober, Komitmen Investasi KEK Capai Rp85,3 Triliun
Pemerintah Gandeng Kadin Kembangkan Kawasan Ekonomi Khusus
Genjot Ekonomi Malang, Presiden Jokowi Sahkan Aturan KEK Singhasari
Pemerintah Siap Kembangkan 3 Kawasan Ekonomi Khusus Baru, Termasuk di Kendal
Faisal Basri Sebut Jawa Tak Perlu Punya Kawasan Ekonomi Khusus