Berusaha Kabur, Perampok Toko Emas di Batubara Ditembak Mati Polisi

PERISTIWA | 11 Desember 2019 20:58 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Petugas Polres Batubara, Sumut menembak mati Ramli alias Muslim alias Nyak (45). Pria ini disangka sebagai perampokan toko emas di Pajak Sore, Desa Pematang Cengkering, Kecamatan Medang Deras, beberapa waktu lalu.

"Tersangka terpaksa kita beri tindakan tegas terukur karena melawan dan melukai personel," kata Kapolres Batubara AKBP Robin Simatupang, Rabu (11/12).

Ramli sebelumnya disergap petugas di Jalinsum Km 100 Desa Sipare-pare Kecamatan Air Putih, Kamis (5/12) sekitar pukul 16.00 WIB. Dia kemudian dibawa untuk pengembangan dan mencari emas hasil rampokan serta senjata api yang digunakan menembak korban.

Petugas membawa Ramli menuju Simalungun. Di tengah perjalanan, tersangka mengaku ingin buang air kecil. Mereka pun menepi di sekitar perkebunan di Jalan Provinsi Lima Puluh-Perdagangan.

Personel Sat Reskrim Polres Batubara Aipda R Harahap ketika itu hendak keluar terlebih dahulu. "Tiba-tiba tersangka dengan tangan diborgol ke depan langsung merampas senpi di pinggang petugas serta mendorong tubuhnya," sebut Robin.

Setelah merebut senjata, tersangka menembak R Harahap. Peluru melukai lengan kiri sang petugas. Sejurus kemudian dia melarikan diri.

Melihat itu, Brigadir Syahputra M Hasibuan yang berada di posisi kemudian keluar dari mobil dan melakukan pengejaran sambil menembak.

Dua tembakan yang dilepaskan mengenai punggung kiri Ramli. Dia tersungkur dan meninggal di tempat. Jasadnya kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Tebing Tinggi kemudian dikirim ke RS Bhayangkara Medan.

Robin memaparkan, Ramli ditangkap setelah petugas meringkus Ridwan alias Iwan alias Bacok, Selasa (3/12). Pria ini ditangkap atas kasus pencurian baterai tower selular. Dari tangannya juga ditemukan 1 paket sabu.

Saat diinterogasi, Ridwan mengaku mengetahui perampokan toko emas di Pajak Sore. Dia pun menyebut aksi itu dilakukan Ramli bersama seorang rekannya berinisial H. Ramli disebut sebagai pelaku yang menembak pemilik toko emas, Tarzan Ginting.
Ramli pun disergap.

"Tersangka lainnya masih kita kejar," sebut Robin.

Perampokan toko emas itu terjadi pada Jumat (29/11) sekitar pukul 18.30 WIB. Pelaku menembak kaki kanan pemilik toko emas, Tarjan Ginting (32) dan membawa kabur 1.760 gram emas, permata, dan uang tunai Rp13.200.000. (mdk/cob)

Baca juga:
Densus 88 Geledah Rumah Pelaku Perampokan Toko Emas di Magetan
Diduga Terkait Teroris, Perampok Emas di Magetan Masih Ditelusuri
Perampok Toko Emas di Magetan Ternyata Residivis Penusuk Mantan Bupati Madiun
Motor Pelaku Diadang, Warga Gagalkan Perampokan Toko Emas di Magetan
Terlibat Kriminal di Malaysia, Rampok Emas Balaraja Batal Dibawa ke Indonesia
Sebelum Toko Emas, Dua WN Malaysia Rampok SPBU di Balaraja

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.