Besi Penyangga Dicuri, Dua Tower SUTT di Kampar Roboh

Besi Penyangga Dicuri, Dua Tower SUTT di Kampar Roboh
Petugas membangun tower darurat. ©2022 Merdeka.com/Abdullah Sani
NEWS | 5 Juli 2022 13:21 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - Dua tower milik PLN di Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, Riau, roboh. Tower 69 dan 70 Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Section Garuda Sakti-Pasir Putih itu tumbang akibat besi penyangganya dicuri.

"Robohnya tower pada Sabtu 2 Juli 2022 sekitar pukul 16.13 WIB ini menyebabkan hilangnya beban pembangkit sekitar 70 MW dari Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Balai Pungut Unit 1-7 (trip), sehingga berdampak pada sistem kelistrikan Pekanbaru mengalami open looping, namun tidak menyebabkan padamnya listrik konsumen," ujar Manajer PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Pekanbaru Aris Sofian Hidayat Selasa (5/7).

PLN langsung membangun tower darurat menggantikan sementara kedua tower yang roboh. Langkah itu untuk meminimalisasi dampak negatif dari robohnya tower 69 dan 70.

"Langkah awal adalah segera memasang tower darurat sebanyak dua tower, agar dapat segera mengalirkan energi listrik ke subsistem kelistrikan Provinsi Riau," katanya.

2 dari 4 halaman

Tower Darurat Ditargetkan Rampung saat Iduladha

Sampai hari ketiga pelaksanaan recovery, Minggu (3/7), proses pendirian tower darurat sudah mencapai sekitar 60 persen. "Kami menargetkan insyaallah tower darurat beroperasi sebelum Hari Raya Iduladha nanti," ucap Aris.

Lokasi tower yang berada di area rawa-rawa menjadi kendala bagi tim recovery dalam mobilisasi material dan peralatan. Pada pemasangan tower darurat ini PLN UPT Pekanbaru menurunkan sejumlah tim teknis dibantu juga tim dari berbagai unit pelaksana PLN yang tersebar di Pulau Sumatera.

"Diharapkan selama proses recovery berlangsung cuaca di sekitar lokasi cerah sehingga recovery berjalan lancar dan cepat diatasi," jelas Aris.

3 dari 4 halaman

Pelaku Pencurian Diburu Polisi

Assisten Manager Komunikasi dan Manajemen Stakeholder PLN UIP3B Sumatera Adri Yunanda Putra menambahkan, PLN telah melaporkan pencurian tiang penyangga tower ke polisi. Tim dari Polsek Siak Hulu telah melakukan penyelidikan ke tempat kejadian perkara (TKP).

"Kita sudah laporkan ke Polsek Siak Hulu. Proses pencarian pelaku terus dilakukan agar bisa dimintai pertanggungjawabkan perbuatannya di pengadilan nanti," jelas Adri.

Selain itu, saat proses recovery berlangsung, PLN juga bersinergi dengan aparat dari TNI dalam mengamankan areal kejadian tower roboh tersebut. Petugas TNI telah hadir sejak hari pertama kejadian.

4 dari 4 halaman

Warga Diminta Turut Jaga Tower

Aparat TNI juga ikut bahu membahu membantu petugas PLN dalam mobilisasi peralatan dan material menuju lokasi kejadian.

"Ini yang dicuri merupakan aset negara, sehingga kita melibatkan TNI Polri. Besi yang dicuri nilainya ratusan juta, tapi dampaknya merugikan PLN hingga miliaran rupiah," katanya.

PLN juga meminta warga yang sehari-hari beraktivitas di sekitar area robohnya tower agar berhati-hati karena dimungkinkan selama proses recovery ada material atau peralatan yang bisa berpotensi menjadi ancaman keselamatan bagi mereka.

Selain itu, PLN mohon doa dan kerja sama dari masyarakat sekitar untuk dapat menjaga aset negara.

"Segera melaporkan kepada petugas PLN apabila ada aktivitas yang mencurigakan di sekitar tower PLN demi kenyamanan dalam menikmati listrik bagi semua pelanggan," pungkasnya. (mdk/yan)

Baca juga:
Modus Berpura-pura Jadi Aparat, Residivis di Palembang Tipu Belasan Warga
Pencurian di Rumah Warga di Cengkareng, 4 Orang Ditangkap
Curi Motor Warga, Pria di Tasikmalaya Diringkus saat Isi Bensin
Uang Nasabah Dicuri Rp5 Miliar, Para Pejabat Bank Riau Kepri Dipanggil Gubernur
Aksi Emak-Emak di Malang Lawan Pencuri Bercelurit, Motor Berhasil Dipertahankan
VIDEO: Admin Bank Riau Curi Duit Nasabah Rp5 Miliar Buat Judi Slot Ngaku Kalah Terus

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini