Besuk Tahanan dan Napi di Rutan-Lapas Kaltim saat Lebaran Hanya Lewat Video Call

Besuk Tahanan dan Napi di Rutan-Lapas Kaltim saat Lebaran Hanya Lewat Video Call
Besuk Napi Virtual. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 11 Mei 2021 01:43 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Kemenkum HAM mengeluarkan kebijakan besuk warga binaan pemasyarakatan (WBP) saat lebaran Idulfitri mendatang tidak dilakukan langsung, melainkan hanya bisa dilakukan secara daring atau video call.

Itu terungkap saat arahan Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kalimantan Timur Jumadi, diberikan kepada kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) beserta jajaran se-Kalimantan Timur yang dilakukan secara virtual, Senin (10/5).

Arahan itu mengacu Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan tentang Peningkatan Kewaspadaan Selama Kegiatan Bulan Ramadan dan Idulfitri 1442 H/2021 M.

Dalam kesempatan itu, Jumadi mengimbau perlunya peningkatan pengamanan untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban, guna terciptanya situasi yang kondusif.

Selain itu, lanjut Jumadi, juga agar seluruh UPT se-Kaltim, turut menyediakan perangkat guna kunjungan secara online/daring melalui video call untuk warga binaan, dikarenakan belum adanya besukan secara langsung.

“Agar menjadi perhatian kepada para Kepala UPT PAS Kalimantan Timur, untuk menguatkan personil pengamanan guna kelancaran penitipan makanan pada saat hari raya Idulfitri nanti," kata Jumadi, melalui keterangan tertulis, Senin (10/5) malam.

Jumadi mengingatkan pada jajaran pemasyarakatan, agar melaksanakan tiga kunci pemasyarakatan yakni deteksi dini, berantas narkoba dan tingkatkan sinergitas agar menjadi pedoman. "Demikian pesan Direktur Jenderal Pemasyarakatan,” ujar Jumadi.

Jumadi berharap dengan persiapan yang dilakukan sebelum Idulfitri, pelaksanaan layanan penitipan barang dan kunjungan online, serta pemberian remisi Idulfitri dapat berjalan dengan lancar, tanpa ada hambatan sekalipun di tiap UPT PAS se-Kaltim.

“Jangan sampai ada laporan ketidakpuasan WBP atau keluarga WBP yang menimbulkan nilai buruk untuk pemasyarakatan. Maka dari itu, layanan besukan online dan penitipan makanan agar disosialisasikan kepada WBP dan melalui media sosial," terang Jumadi.

"Serta tidak lupa saya ingatkan, agar selalu menerapkan protokol kesehatan yang ketat pada saat pelaksaannya nanti," pungkas Jumadi. (mdk/gil)

Baca juga:
Bacaan Menerima Zakat Fitrah dan Artinya, Ketahui Golongan yang Berhak Mendapatkan
Polisi Terapkan Crowd Free Night Cegah Takbir Keliling di Jakarta
Aturan Lengkap Pengendalian Aktivitas Warga DKI selama Libur Lebaran
Pemkot Cirebon Izinkan Warga Salat Id dengan Protokol Kesehatan Ketat
Anies Baswedan: Tempat Wisata Jabodetabek Hanya Terima Wisatawan Sesuai KTP
Anies Baswedan Minta Tak Ada Silahturahmi Antar Wilayah Saat Lebaran

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami