Betah, Penghuni Wisma Karantina Pademangan Enggan Pulang

Betah, Penghuni Wisma Karantina Pademangan Enggan Pulang
PERISTIWA | 30 Mei 2020 01:30 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) melaporkan sebagian penghuni betah tinggal di Wisma Karantina Pademangan dan tidak mau pulang. Mereka yang bertahan enggan untuk meninggalkan Jakarta.

Tercatat sebanyak 750 orang yang seharusnya sudah dijadwalkan untuk kembali ke daerah asal. Mereka memilih bertahan di Wisma Karantina karena khawatir tidak dapat masuk kembali ke Jakarta. Mereka menunggu tahapan new normal untuk mencari lapangan pekerjaan baru.

"Pagi ini kami melaksanakan patroli di tower 8 dan 9, ada pembedaan data yang seharusnya kembali dan yang masih tinggal ada selisih 750 orang, data yang tinggal seharusnya 1.050 kenyataannya ada 1.800 orang," ujar Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Eko Margiyono selaku Pangkosgabpad wilayah DKI dan Bodetabek melalui keterangan tulis pada Jumat (29/5/2020).

Sementara itu, dalam memberikan pelayanan bagi penghuni, Kogasgabpad sebagai pengelola Wisma Karantina Pademangan menyediakan fasilitas pendukung bagi penghuni. Fasilitas tersebut bertujuan menjamin kenyamanan para penghuni yang datang dari berbagai negara.

Di samping itu, Kogasgabpad membuat prosedur yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh para penghuni. Para pekerja maupun mereka yang baru tiba dari luar negeri yang diwajibkan untuk melakukan karantina atau isolasi sebelum mereka melanjutkan pulang ke daerah asal atau kampung halaman. Kenyamanan yang diberikan berupa makan dan minum gratis serta akomodasi yang dilengkapi dengan air conditioner (AC) dan pemanas air.

"Dalam kompleks wisma, beberapa unit ditempatkan untuk membantu operasional pelayanan bagi para penghuni, seperti pos pelaporan, tempat pengambilan paspor dan layanan BP2MI, money changer dan pelayanan travel," ujar Eko.

1 dari 1 halaman

Diminta Tinggalkan Wisma

Menyikapi mereka yang tetap bertahan, Kogasgabpad merekomendasikan para penghuni untuk meninggalkan wisma karantina. Ini disebabkan masa berlaku surat dan hasil pengujian swab yang menunjukkan hasil negatif COVID-19 hanya berlaku selama 7 hari.

Meskipun demikian, mereka yang ingin tetap tinggal di wisma karena menunggu situasi pembatasan sosial akan ditampung.

"Pemerintah melalui Kogasgabpad telah menyiapkan menara 8 dan 9 Wisma Karantina Pademangan untuk mengantisipasi lonjakan pasien COVID-19," terang Eko. (mdk/ded)

Baca juga:
Posko Karantina Pemudik di Gelanggang Remaja Pulogadung
Gelanggang Remaja Gambir Jadi Tempat Karantina Pendatang Tanpa SIKM
Graha Wisata Niaga, Tempat Karantina untuk Pemudik di Solo akan Ditutup
Karantina Rebahan Terus Kok Bisa Capek? Begini Penjelasannya
Pemkot Jakbar Sediakan Masjid KH Hasyim Asy'ari buat Isolasi Pemudik
Karantina Pendatang Dihentikan, Pemkot Solo Minta Masyarakat Waspada

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Pariwisata Banyuwangi Bersiap Menyambut New Normal

5