Bharada E Kembali Jalani Pemeriksaan Komnas HAM Usai Skenario Ferdy Sambo Terungkap

Bharada E Kembali Jalani Pemeriksaan Komnas HAM Usai Skenario Ferdy Sambo Terungkap
Bharada E Usai Menjalani Pemeriksaaan Komnas HAM. ©2022 Liputan6.com/Johan Tallo
NEWS | 15 Agustus 2022 14:30 Reporter : Rahmat Baihaqi

Merdeka.com - Komisi Nasional Hak Asasi (Komnas HAM) akan bertemu dengan Bharada E atau Richard Eleizer untuk meminta keterangan di Bareskrim Mabes Polri, Senin (15/8).

Perihal tersebut tertera pada keterangan pers dengan nomor 026/HM.0.0/VIII/2022 tentang permintaan keterangan terhadap Bharada E untuk melengkapi keterangan agar semakin terangnya peristiwa kasus Brigadir J.

"Untuk melengkapi proses tersebut dan semakin membuat terangnya peristiwa, Tim Komnas HAM RI akan melakukan permintaan keterangan terhadap Bharada E di Bareskrim Polri pada Senin, 15 Agustus 2022 pukul 15.00 WIB," mengutip dari surat keterangan Pers Komnas HAM.

Hingga kini sudah terhitung dua kali Bharada E diperiksa oleh Komnas HAM. Pada pemeriksaan pertama Bharada E mendatangi Komnas HAM pada Selasa (26/7) yang saat itu berbarengan dengan ajudan Sambo lainnya.

Untuk mengingat, Komnas HAM diagendakan akan melakukan peninjauan Tempat Kejadian Perkara (TKP) penyebab kematiannya Brigadir Yosua di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo Kompleks Polri, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan hari ini.

Dalam keterangan pers Komnas HAM dengan Nomor 025/HM.0.0/VIII/2022, disebutkan akan menyambangi rumah dinas Sambo pukul 15.00 WIB pada Senin (15/8) yang sebelumnya direncanakan pukul 10.30.

2 dari 2 halaman

Skenario Ferdy Sambo

Tabir yang menutupi kasus kematian Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat semakin tersingkap. Tim Khusus (Timsus) yang dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menetapkan mantan Kadiv Propam, Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka pembunuhan berencana terhadap ajudannya itu.

"Timsus telah menetapkan Saudara FS (Ferdy Sambo) sebagai tersangka," kata Sigit di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8) malam.

Ferdy Sambo diduga sebagai orang yang memerintahkan Bharada E atau Richard Eliezer Pudihang Lumiu untuk menembak Brigadir J. Dia juga menyusun skenario seolah-olah terjadi tembak-menembak di rumahnya pada Jumat 8 Juli 2022.

Skenario yang dibuat, Brigadir J disebut melecehkan istri Ferdy Sambo, Putri Chandrawati. Bharada E yang datang membuatnya panik sehingga terjadi tembak-menembak, lalu tewas.

(mdk/ded)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini