Biaya pemadaman Karhutla di Sumsel tembus Rp 1 triliun

PERISTIWA | 5 November 2018 11:57 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyebut biaya yang dikeluarkan selama siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) 2018 di provinsi itu mencapai Rp 1 triliun. Untuk menekan kejadian serupa di tahun depan, diprogramkan alat berat gratis bagi petani yang membuka lahan.

Menurut Deru, biaya tersebut berdasarkan laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) beberapa waktu lalu. Dana itu merupakan uang rakyat yang diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Laporan dari BNPB, ya biayanya sampai segitu, satu triliun," ungkap Herman Deru, Senin (5/11).

Penggunaan dana tersebut terhitung 1 Februari hingga 31 Oktober 2018 atau selama operasi siaga karhutla di Sumsel. Dia menyayangkan biaya yang sangat besar hampir setiap tahun atau ketika musim kemarau tiba.

"Sangat besar, semestinya tidak perlu terjadi jika petani dan semua pihak taat hukum," ujarnya.

Agar Karhutla di wilayah Sumsel bisa ditekan, kata dia, pihaknya berencana mengeluarkan program alat berat (ekskavator) bagi petani yang ingin membuka lahan mulai tahun depan. Dengan demikian, kebiasaan buruk membuka lahan dengan cara membakar.

"Kita banyak alat berat, tahun depan petani bisa pakai alat berat secara gratis jika mau buka lahan, gratis, tidak dipungut biaya," kata dia.

Hanya saja, pihaknya tengah menggodok sistem pemakaian dan kompensasi bagi operasional alat berat. Pilihan salah satunya adalah memberikan subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan.

"Kalau aturannya harus menyewa, Pemprov Sumsel yang membayar atau nanti kasih subsidi BBM," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan data yang diterbitkan Dinas Kehutanan, terdapat 37.362 hektare lahan di Sumsel yang terbakar selama siaga karhutla 2018. Kebakaran hutan dan lahan tersebar di 10 dari 17 kabupaten dan kota di provinsi itu.
Karhutla terluas berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan luas 19.408 hektare, disusul Banyuasin (5.812 hektare), Muara Enim (4.404 hektare), Ogan Ilir (3.577 hektare), dan Musi Rawas (1.776 hektare).

Kemudian Musi Banyuasin dengan luas 1.646 hektare, Penukal Abab Lematang Ilir (289 hektare), Musi Rawas Utara (192 hektare), Palembang (178 hektare), dan karhutla dengan luasan paling sedikit berada di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur di angka 79 hektare.

Baca juga:
Selama 2018, 37.362 hektar lahan di Sumsel terbakar
3 Korporasi dan 5 perorangan diduga terlibat kasus karhutla di Sumsel
Sengketa Karhutla, JJP nilai kesaksian Bambang Hero banyak kejanggalan
BNPB sudah lakukan 14 kali water bombing, api Gunung Merbabu belum padam
Kebakaran hutan di Gunung Merbabu meluas, banyak pipa air putus
Kebakaran hutan di lereng Gunung Sumbing semakin meluas

(mdk/cob)