Bikin resah, sindikat curanmor asal Aceh dibekuk polisi

PERISTIWA | 22 November 2014 11:23 Reporter : Afif

Merdeka.com - Sindikat pencurian sepeda motor (Curanmor) di Aceh satu per-satu mulai ditangkap oleh pihak Reskrim Polresta Banda Aceh sejak bulan November 2014 ini. Sedikitnya ada 9 pelaku curanmor yang telah berhasil diringkus oleh petugas.

Jaringan curanmor yang meresahkan warga karena kerap kehilangan kendaraan di parkiran ternyata dilakukan oleh sindikat yang profesional dan terorganisir. Mereka memiliki jaringan laba-laba sampai antar provinsi. Bahkan mereka juga terlibat kasus narkoba baik jenis sabu-sabu maupun ganja.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol, Zulkifli mengatakan, selama bulan November 2014 ini pihaknya sedang fokus memberantas kriminalitas curanmor, karena sudah meresahkan warga di Banda Aceh. Selama itu juga, sudah berhasil membongkar jaringan dan pelaku curanmor di Banda Aceh.

"Pada hari Jumat 21 November 2014 sekitar pukul 09.30 WIB kembali berhasil kita amankan 1 orang tersangka pencurian di Lhueng Bata, Banda Aceh atas nama Afriza," kata Kombes Pol Zulkifli, Sabtu (22/11) di Banda Aceh.

Data yang dikirimkan oleh Kapolresta Banda Aceh pada merdeka.com sejak tanggal 13 November 2014 terdapat 9 tersangka curanmor yang sudah berhasil diamankan oleh petugas di berbagai lokasi. Pelaku pertama yang diamankan pada tanggal 12 November 2014 adalah Muhammad Sarong di Kabupaten Pidie.

Kemudian hasil perkembangan dari tersangka pertama, pihak kepolisian berhasil mengamankan 8 tersangka lainnya masing-masing yaitu Adi Harun, Samsuar Ahmad, Murdani, Muhammad Yusuf, Agustiawan, Musliadi dan Ahmad.

Sedangkan tersangka yang terakhir diringkus andalan T Afriza qurais (30) yang berhasil meloloskan diri saat penangkapan pada tanggal 20 November 2014 lalu. Tersangka kemudian berhasil diringkus Jumat (21/11) di Desa Deah Geulumpang, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh.

Bersama tersangka berhasil menyita alat bukti sepeda motor jenis Mio Sporty BL 5544 JO. Kendaraan ini alat yang digunakan tersangka dalam setiap melakukan pencurian sepeda motor di Banda Aceh.

"Untuk saat ini kedua tersangka masih dalam pemeriksaan unit Reskrim Polsek Lueng Bata untuk pengembangan kasus pencurian yang terjadi di Kota Banda Aceh khususnya Kecamatan Lueng Bata," kata Kombes Pol Zulkifli. (mdk/tyo)

Dicegat 7 begal, Adhi ditusuk lalu motor bebeknya diembat

Tepergok, pencuri motor nyaris tewas dihajar PNS kota Palembang

Hendak malam pertama, BD ditangkap polisi di rumah istri

Maling di Semarang cuma butuh 15 detik gondol motor curian

Jongkok minta disodomi, pria ini malah digorok perampok

Hendak jual motor curiannya, Santo malah digerebek polisi

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.