Bila jadi gubernur, Ahok tak lanjutkan proyek Monorail

Bila jadi gubernur, Ahok tak lanjutkan proyek Monorail
Ilustrasi Jakarta Monorail. ©2014 Merdeka.com
PERISTIWA | 10 Juli 2014 12:28 Reporter : Saugy Riyandi

Merdeka.com - Pasangan nomor urut dua Joko Widodo - Jusuf Kalla memenangkan pemilihan presiden 2014 versi hitung cepat beberapa lembaga survei. Bila hasil hitung cepat Komisi Pemilihan Umum (KPU) tak berbeda dengan hitung cepat, artinya Jokowi akan meninggalkan DKI.

Dengan begitu, secara administratif Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan naik menjadi gubernur DKI Jakarta.

Lantas apa rencana Ahok, sapaannya, bila menjadi orang nomor satu di DKI?

"Monorail pasti putus," tegas Ahok di Balai Kota, Kamis (10/7).

Menurut Ahok, PT JM tidak menepati janjinya untuk memaparkan rancangan konstruksi monorail yang mengalami perubahan. Selain itu, PT JM dinilainya juga kurang membuktikan terkait perencanaan bisnis dan modal yang dimilikinya.

Padahal, Ahok telah memberikan toleransi selama tiga bulan kepada PT JM untuk menyelesaikan seluruh dokumen tersebut. Sehingga, kelanjutan proyek pembangunan monorail terus berlanjut.

Ahok mengaku telah beberapa kali memberikan perpanjangan waktu bagi PT JM sejak tahun 2013 lalu. Untuk itu, Ahok memberikan tenggat waktu pada September untuk menentukan nasib monorail.

"September enggak bisa tunjukan desain konstruksi dan duitnya, gua sembelih," jelas dia.

Mantan bupati Belitung Timur ini menambahkan pemutusan kerja sama tersebut sudah diberitahukan kepada Jokowi sebagai gubernur nonaktif. Namun, Ahok mengimbau agar masyarakat tidak khawatir lantaran proyek monorail akan diganti dengan Light Rail Transit (LRT).

"Udah gua kasih tau pak Jokowi soal itu (Monorel). Ganti LRT," pungkas dia (mdk/lia)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami