Bima Arya minta semua angkutan online setop dulu di Bogor

PERISTIWA | 21 Maret 2017 12:59 Reporter : Septian Tri Kusuma

Merdeka.com - Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengusulkan adanya moratorium transportasi online kepada pemerintah pusat dan perusahaan berbasis daring itu. Menurutnya, itu perlu dilakukan hingga keadaan kembali kondusif mengingat banyaknya 'gesekan' antara angkot dengan transportasi online.

"Saya mengusulkan kepada kementerian agar tidak menyetujui aplikasi online roda dua yang baru. Jadi sekarang disetop dulu. Saya minta untuk tidak mengeluarkan izin sebelum payung hukumnya itu jelas," kata dia kepada awak media saat berada di Balai Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/3).

Saat disinggung apakah hal itu bentuk pelarangan operasional ojek online di Kota Hujan, Bima membantah. Menurutnya, solusi terbaik saat ini adalah tidak kembali menambah armada kendaraan berbasis daring hingga ada payung hukum yang jelas.

"Tidak, yang melarang bukan kita. Kita usulkan tidak ada izin baru. Kalau saya usulkan disetop dulu lah. Karena ini kondisinya tidak kondusif, (tunggu) sampai ada landasan hukum yang jelas," tambah Bima.

"(kendaraan online) Yang sudah ada, saya imbau untuk menahan diri, karena situasinya seperti ini," sambungnya. (mdk/lia)

Baca juga:

Bima Arya pastikan tidak ada pembakaran angkot di Bogor

Polisi bantah ada bentrok susulan angkot Bogor dengan ojek online

Demo sopir angkot bikin repot warga Bogor

Sudah 2 pekan, driver Grab yang ditabrak sopir angkot masih koma

Polisi tangkap sopir angkot tabrak driver ojek online di Tangerang

Polisi buru sopir angkot yang tabrak pengemudi ojek online

Brutalnya penolakan terhadap taksi online di Kota Kembang

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.