Bima Arya Sebut Bentrok Dua Ormas Akibat Pengaruhi Minuman Keras

PERISTIWA | 21 Januari 2020 01:33 Reporter : Rasyid Ali

Merdeka.com - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, angkat bicara soal bentrok dua organisasi massa (ormas) di Jalan KH Abdullah bin Nuh, Senin (20/1). Dia mengungkapkan, bentrok itu berawal dari Kabupaten Bogor dan akibat pengaruh minuman keras.

"Setelah koordinasi dengan kapolres, itu kejadian awalnya di kabupaten. Pelakunya juga banyak di kabupaten, cuma terbawa merembet ke kota," kata Bima.

Bima juga akan membuka komunikasi dengan ormas Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB) dan Pemuda Pancasila (PP). Namun, kata dia, mediasi belum cukup untuk mengantisipasi kejadian serupa agar tidak terulang lagi.

"Awalnya karena pendidikan dan pekerjaan. Tapi kebanyakan berebut lahan. Saya dengar karena orang mabuk juga. Balik lagi ke pendidikan," ungkapnya.

Dia juga akan berkoordinasi dengan Bupati Ade Yasin untuk mencari akar persoalan yang memancing kedua kubu bentrok. Karena keributan di Kota Bogor seringkali dimulai dari kabupaten.

"Kalau begitu koordinasi dengan Ibu Bupati juga. Ini kan akar persoalan di lapangan ini orang mabuk. Jadi kaitannya dengan latar belakang pendidikan dan sosial," tutup Bima. (mdk/fik)

Baca juga:
Bentrok Ormas di Bogor Dipicu Aksi Balas Dendam
Bentrok Ormas Pecah di Bogor, Warga Terluka dan Lalu Lintas Macet
Ormas Pemuda Pancasila dan Pemuda Karya Bentrok di Siak, 23 Orang Diamankan
Bentrok 2 Kelompok Pemuda di Jakbar, 16 Orang Jadi Tersangka
Dua Ormas Terlibat Bentrok di Depan Kantor PCNU Solo

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.