Bima Arya Yakin Selesaikan Masalah Pembangunan GKI Yasmin

PERISTIWA | 25 Januari 2020 04:31 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wali Kota Bogor Bima Arya optimistis persoalan pembangunan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin yang berlarut bertahun-tahun akan selesai. Bahkan, dia menargetkan, pembangunan gereja itu sebelum masa jabatannya berakhir pada 2024.

"Kami ingin opsi atau solusi terbaik, dan saya optimis kepada Pak Menko, saya sampaikan sebelum saya selesai masa jabatan sebagai wali kota, insyaallah, ini akan selesai," katanya di Jakarta, Jumat (24/1).

Hal tersebut disampaikannya usai bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahdud MD di Kantor Kemenko Polhukam RI. Bima mengakui persoalan GKI Yasmin menjadi salah satu yang dibahas.

"Ya, umumlah, kami sampaikan juga bahwa semangatnya sama, yaitu semangat untuk berkomunikasi dengan semua. Jadi, ini harus sinergis dengan semua. Ini harus juga diterima dengan semua," ujarnya.

Pemerintah Kota Bogor, dia menambahkan, sekarang ini makin intens berkomunikasi secara baik dengan pihak gereja dan tokoh agama sehingga tercipta suasana yang nyaman.

"Opsi-opsi kami diskusikan semua dan semangatnya sama, ya, semuanya sadar dan setuju bahwa citra toleran harus terus dikuatkan di Kota Bogor. Persoalan Yasmin ini menjadi salah satu ujian bagi kita," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Bima menjelaskan bahwa komunikasi intensif juga terjalin dengan Tim 7 yang dibentuk gereja dengan bertukar pikiran dan berdialog, termasuk dengan warga.

"Yang penting saya sampaikan bahwa kemajuan signifikan opsi solusi tidak terjebak masa lalu. Kedua juga sepakat menjaga komunikasi dengan semua dengan semua elemen dijaga," katanya.

Persoalan GKI Yasmin bermula terjadi pada tahun 2008 yang awalnya terkait dengan izin dari pemerintah kota setempat, kemudian berkembang pada penolakan warga yang membuat berlarut hingga sekarang.

Bima mengatakan, kasus GKI Yasmin sebagai isu lama yang belum selesai. Tidak lagi menjadi isu lokal, tetapi juga sudah menjadi isu nasional.

Bahkan, GKI Yasmin juga menjadi salah satu indikator yang menyebabkan Kota Bogor dinilai sebagai kota intoleran berdasarkan hasil riset SETARA Institute pada tahun 2015.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com (mdk/fik)

Baca juga:
Bima Arya Klaim Naturalisasi Ciliwung Sukses Kurangi Banjir di Bogor
Ketemu Mahfud, Bima Arya Ingin Presiden Jokowi Nyaman Tinggal di Bogor
Bima Arya akan Bangun Kampung Tematik Arab dan Sunda di Bogor
Bima Arya Sebut Bentrok Dua Ormas Akibat Pengaruhi Minuman Keras
Bima Arya Larang Hotel dan Kafe di Bogor Pesta Kembang Api di Tahun Baru

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.