Bio Farma Sudah Terima 37,5 Juta Bahan Baku Vaksin Covid-19 Sinovac

Bio Farma Sudah Terima 37,5 Juta Bahan Baku Vaksin Covid-19 Sinovac
Vaksin Sinovac Disimpan di Bio Farma Bandung. ©2020 Sekretariat Presiden
PERISTIWA | 3 Maret 2021 15:45 Reporter : Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Juru Bicara PT Bio Farma (Persero), Bambang Heriyanto mengatakan, Bio Farma telah menerima vaksin dalam bentuk bahan baku atau bulk untuk ketiga kalinya. Pada Selasa (2/3) kemarin, Bio Farma menerima vaksin bentuk bulk dari Sinovac sebanyak 10 juta dosis.

Jumlah tersebut sudah termasuk overfill. Overfill adalah ekstra volume vaksin yang disiapkan untuk mengantisipasi proses filling ke dalam kemasan multidose.

Sebelumnya, pada 12 Januari, Bio Farma sudah menerima vaksin bulk gelombang pertama sebanyak 16,5 juta dosis termasuk overfill. Kemudian pada gelombang kedua pada pada Februari telah terima 11 juta dosis (termasuk overfill pula).

"Sehingga jumlah total bahan baku vaksin Covid-19 dari Sinovac yang sudah diterima Bio Farma sebanyak 37,5 juta dosis," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/3).

Bambang mengatakan, masih ada sekitar 115-116 juta bulk vaksin lagi yang akan diterima secara bertahap oleh Bio Farma. Sebagai informasi, Bio Farma membutuhkan sekitar 154 juta dosis vaksin yang sudah termasuk overfill
untuk memproduksi mandiri vaksin Covid-19.

"Bulk vaksin ini akan terus diterima secara bertahap hingga Juli 2021. Dari pengiriman bulk gelombang pertama 16,5 juta dosis, seluruh proses filled and finished-nya sudah selesai dilakukan dengan jumlah akhir sebanyak 13 bets atau setara 13 juta dosis," ujarnya

Dari jumlah tersebut, kata Bambang, sebanyak 11 bets atau sekitar 11 juta dosis vaksin gelombang pertama itu sudah mendapatkan lot release dari BPOM pada 2 Maret kemarin.

Dia menyebutkan, vaksin yang telah mendapatkan lot release dari BPOM itu telah didistribusikan ke 34 provinsi di Indonesia sebanyak 7,2 juta dosis untuk program vaksinasi gelombang kedua yang diperuntukkan bagi petugas pelayanan publik dan lansia.

Sementara itu, untuk proses fill and finish bulk vaksin gelombang kedua, Bambang memperkirakan prosesnya selesai pada 20 Maret 2021. Dari 11 juta dosis yang diterima, diperkirakan jumlah akhirnya sebanyak 9 bets atau sekitar 9 juta dosis.

"Fill and finish bulk vaksin yang datang pada gelombang kedua sudah dimulai sejak 13 Februari. Sampai 2 Maret kemarin, sekitar 3 juta dosis sudah selesai diproduksi," kata Bambang.

Sedangkan 10 juta dosis bulk vaksin yang baru datang kemarin baru akan memulai proses fill and finish pada 22 Maret mendatang. Dengan estimasi produksi sebanyak 8 bets atau setara 8 juta dosis seperti yang sudah disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono.

"10 juta dosis vaksin ini selanjutnya akan diproduksi PT Bio Farma dan diperkirakan menghasilkan 8 juta dosis vaksin jadi," kata Dante saat menerima vaksin tahap kelima di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (2/3).

Untuk itu, mewakili Bio Farma, Bambang pun berharap seluruh pihak bisa mendukung agar proses fill and finish bulk vaksin yang dilakukan PT Bio Farma berjalan lancar, sehingga tidak menghambat program vaksinasi Covid-19 pemerintah. (mdk/gil)

Baca juga:
8.300 Perusahaan Anggota Kadin Daftar Program Vaksin Gotong Royong
Vaksinasi Covid-19 Drive Thru di Kemayoran
Pengusaha Siap Bayar Hingga Rp1 Juta Per Orang untuk Vaksin Gotong Royong
Indonesia Sudah Terima 38 Juta Dosis Vaksin Sinovac
Vaksinasi Tenaga Pendidik di Depok, Satu Sekolah Dijatah Empat Guru

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami