Blak-Blakan Veronica Koman Atas Kasus Kerusuhan Papua

PERISTIWA | 17 September 2019 06:10 Reporter : Desi Aditia Ningrum

Merdeka.com - Aktivis Veronica Koman akhirnya angkat bicara terkait kasus yang menimpanya. Veronica menjadi tersangka atas dugaan provokasi kerusuhan Papua.

Veronica membantah keras semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Dia menegaskan tidak bersalah dalam kasus tersebut. Berikut buka-bukan Veronica Koman soal kasus yang menimpanya:

1 dari 4 halaman

Korban Kriminalisasi

Veronica Koman telah menyandang status tersangka atas kasus kerusuhan di Papua. Veronica dituding melakukan provokasi sehingga warga Papua melakukan aksi.

Selama ini Veronica memilih diam. Dia tak pernah menanggapi semua tuduhan polisi. Veronica menyatakan tuduhan-tuduhan itu merupakan bentuk kriminalisasi.

"Kasus kriminalisasi terhadap saya hanyalah satu dari sekian banyak kasus kriminalisasi dan intimidasi besar-besaran yang sedang dialami orang Papua saat ini. Hal yang jauh dari hingar bingar. Aspirasi ratusan ribu orang Papua yang turun ke jalan dalam rentang waktu beberapa minggu ini seolah hendak dibuat menjadi angin lalu," katanya dalam keterangan tertulisnya.

2 dari 4 halaman

Pembunuhan Karakter

Tersangka kasus provokasi kerusuhan Papua, Veronica Koman membantah semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Veronica mengatakan bahwa polisi melebih-lebihkan fakta yang ada. Untuk itu, dia menyebut polisi telah melakukan pembunuhan karakter.

"Saya menolak segala upaya pembunuhan karakter yang sedang ditujukan kepada saya, pengacara resmi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP). Kepolisian telah menyalahgunakan wewenangnya dan sudah sangat berlebihan dalam upayanya mengkriminalisasi saya, baik dalam caranya maupun dalam melebih-lebihkan fakta yang ada," kata Veronica dalam keterangan tertulis.

3 dari 4 halaman

Jadi Kambing Hitam

Veronica Koman mengaku dikriminalisasi dalam kasus kerusuhan Papua. Veronica ditetapkan tersangka karena diduga memprovokasi warga melakukan aksi.

Dalam menyelesaikan kasus tersebut, pemerintah nampak tak konsisten. Sehingga harus mencari kambing hitam dalam kasus itu.

"Pemerintah pusat beserta aparaturnya nampak tidak kompeten dalam menyelesaikan konflik berkepanjangan di Papua hingga harus mencari kambing hitam atas apa yang terjadi saat ini. Cara seperti ini sesungguhnya sedang memperdalam luka dan memperuncing konflik Papua," kata Veronica dalam keterangan tertulis.

4 dari 4 halaman

Soal Rekening

Tersangka dugaan provokasi soal Papua Veronica Koman menyayangkan upaya pihak kepolisian memeriksa rekening pribadi dirinya. Dia menilai, bukti yang disampaikan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan itu tidak ada korelasinya dengan kasusnya.

Untuk diketahui, polisi menemukan bukti baru berupa 6 rekening milik Veronica Koman, tersangka dugaan provokasi soal Papua. Dari keenam rekening tersebut, polisi menemukan ada transaksi sejumlah dana di daerah konflik di Papua.

"Saya menganggap pemeriksaan rekening pribadi saya tidak ada sangkut pautnya dengan tuduhan pasal yang disangkakan ke saya sehingga ini adalah bentuk penyalahgunaan wewenang kepolisian, apalagi kemudian menyampaikannya ke media massa dengan narasi yang teramat berlebihan," katanya dalam keterangan tertulis. (mdk/dan)

Baca juga:
Veronica Koman: Polisi Gunakan 'Shoot the Messenger' di Konflik Papua
Jawab Tuduhan Polisi, Ini Pernyataan Lengkap Veronica Koman Soal Konflik Papua
Veronica Koman: Saya Cuma Kambing Hitam Kerusuhan Papua
Kejati Jatim Terima SPDP Veronica Koman Tersangka Provokasi Asrama Papua
Polisi Temukan Transaksi Mencurigakan di Rekening Veronica Koman, Dananya Besar
Veronica Koman akan Ditetapkan Sebagai DPO jika Kembali Mangkir Panggilan Polisi