Blusukan, Risma Gunakan Bahasa Madura Ingatkan Protokol Kesehatan

Blusukan, Risma Gunakan Bahasa Madura Ingatkan Protokol Kesehatan
PERISTIWA | 17 Agustus 2020 01:35 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengimbau warga di Ibu Kota Provinisi Jawa Timur agar terus menaati protokol kesehatan selama pandemi Covid-19. Bedanya, kali ini dia mengimbau warga menggunakan Bahasa Madura.

"Ayo ngangguy masker malle tak sakek. Gik bennyak se sakek. Bennyak se la sedho, jek tambe pole (Ayo pakai masker supaya tidak sakit. Masih banyak yang sakit. Banyak juga yang sudah meninggal, tolong jangan ditambah lagi," kata Risma dengan bahasa Madura saat blusukan ke perkampungan di wilayah Surabaya Utara, Minggu (16/8).

Berbekal pengeras suara sambil dibonceng sepeda motor oleh Kepala Bagian Umum dan Prokotol Wiwiek Widiyanti, Risma tidak henti-hentinya memberikan imbauan untuk terus menjaga protokol kesehatan, terutama tertib menggunakan masker.

Dia terus menerobos gang-gang kecil di kawasan Surabaya Utara. Sesekali ia pun berhenti dan berjalan kaki di gang kecil untuk sekadar sosialisasi tertib menggunakan masker.

Bahkan saat berada di gang-gang kecil dan rumah padat penduduk yang penghuninya mayoritas orang Madura, ia pun langsung menggunakan Bahasa Madura sambil dipandu oleh Kabag Umum dan Protokol Wiwiek Widiyanti yang juga paham Bahasa Madura.

Tak jarang ketika Wali Kota Risma memasuki gang-gang kecil, ada warga dan anak-anak yang langsung lari karena tidak menggunakan masker. Wali Kota Risma pun meminta mereka untuk tidak lari karena akan diberi masker. Permintaan itu pun lagi-lagi menggunakan Bahasa Madura.

"Jek buru, e berri’ e masker (jangan kabur, ini mau kita kasi masker)," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Sesekali Risma memperkenalkan dirinya sebagai Wali Kota Surabaya dan meminta bantuan warga Kota Surabaya untuk tertib menggunakan masker, supaya tidak bertambah lagi yang dirawat pemkot di rumah sakit.

"Saya Risma, Wali Kota Surabaya. Tolong bantu saya, gunakan masker supaya tidak sakit. Kalau sakit, nanti susah semuanya, bukan hanya keluarga bapak/ibu, tapi juga kami di pemkot, tolong jangan ditambah lagi yang dirawat di rumah sakit," katanya.

Blusukan semacam ini sudah berkali-kali dilakukan oleh Wali Kota Risma. Sebab, ia berkomitmen untuk terus menyosialisasikan tertib pakai masker dan patuh pada protokol kesehatan.

Menurutnya, sosialisasi semacam ini penting untuk terus dilakukan supaya warga Kota Surabaya bisa care dan sadar bahwa pandemi ini belum selesai. Karenanya, ia meminta warga untuk selalu hati-hati dan selalu mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

"Saya mencoba mengetuk hati warga Kota Surabaya dengan sosialisasi ke kampung-kampung dan gang-gang kecil ini," tutupnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Ribuan Warga Masuk Daftar Tunggu Rusunawa Surabaya
Tiga Metode Pembelajaran yang Diterapkan di Surabaya Selama Pandemi Covid-19
Jelang Piala Dunia U-20, Pemkot Surabaya Siapkan Lima Lapangan Latihan FIFA
Pekerja Hiburan Malam Nekat Dugem di Balai Kota Surabaya, Begini Kronologinya
Diapresiasi Publik Internasional, Begini Strategi Wali Kota Risma Tangani Terorisme

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami