BMKG: Fenomena Minimoom akan Terjadi 3 Kali di Tahun Ini

BMKG: Fenomena Minimoom akan Terjadi 3 Kali di Tahun Ini
PERISTIWA | 7 April 2020 23:04 Reporter : Lia Harahap

Merdeka.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena minimoon akan terjadi sebanyak tiga kali tahun ini. Minimoon terjadi karena posisi bulan yang berada di titik terjauh dari bumi.

"Ada, tahun ini ada juga minimoon," kata Kepala Bidang Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, Hendra Suwarta, melalui sambungan di Jakarta. Demikian dikutip dari Antara, Selasa (7/4).

Ia mengatakan, minimoon tersebut disebut juga dengan apoge. "Jadi di titik terjauh itu disebut apoge, sementara yang terdekat disebut perige," katanya.

Minimoon pada tahun ini diperkirakan muncul pada akhir tahun. Yakni 2 dan 31 Oktober serta pada 30 November.

Pada posisi terjauhnya dari bumi, bulan akan berjarak sekitar 400.000 kilometer (km) atau selisih sekitar 50 km dibandingkan dengan posisi terdekatnya dari bumi, atau disebut juga dengan supermoon, yaitu sekitar 356.910 km.

"Jaraknya diketahui 400.000 km. Bedanya 50.000 km lah dengan yang terdekat," katanya. (mdk/lia)

Baca juga:
Tata Cara Salat Sunah Dua Gerhana Sesuai Syariat Islam
Ini Waktu Paling Tepat Untuk Mikmati Gerhana Bulan Penumbra Malam Ini!
Siap-Siap Saksikan Gerhana Bulan Penumbra, 11 Januari 2020 Besok!
Gerhana Bulan Bakal Muncul 11 Januari, Ini Fakta-faktanya
Fenomena Gerhana Bulan Parsial di Sejumlah Negara
Penampakan Gerhana Bulan Saat Lintasi Jakarta

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami