BMKG Pantau Ada 71 Titik Panas di Riau, 51 Berasal dari Kebakaran Hutan

PERISTIWA | 11 Agustus 2019 02:36 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kenaikan hotspot atau titik panas di provinsi Riau, Sabtu (10/8). Satelit memantau adanya 71 hotspot atau titik panas di sejumlah kabupaten, paling banyak di Siak.

Forecaster BMKG Stasiun Pekanbaru, Yudhistira Mawaddah, mengatakan 71 titik panas tersebut tersebar di 7 daerah di Riau. Dari jumlah itu, terdeteksi 51 titik api akibat dari kebakaran hutan dan lahan.

"Hotspot terbanyak di Siak yaitu 24 titik, kemudian Bengkalis ada 13 titik," ujar Yudhistira.

Selain itu, juga terdeteksi di Kepulauan Meranti 4 titik, Pelalawan 16 titik, Rokan Hilir 7 titik, Indragiri Hilir 6 dan Indragiri Hulu satu titik.

Yudhistira menyebutkan, dari jumlah tersebut 51 titik di antaranya dipastikan adalah kebakaran hutan dan lahan. Karena memiliki level konfidence di atas 70 persen.

"Titik api juga terbanyak di Siak 22 titik. Kemudian Pelalawan 11 titik, di Bengkalis 6 titik, Meranti 3 titik, Rokan Hilir 4 titik, dan Indragiri Hilir 5 titik," katanya.

Sementara untuk suhu udara Riau hari ini berada di angka 23.0 - 34.0 °C dengan kelembapan udara 50 - 95 persen. Sementara arah angin berhembus dari Tenggara ke Barat Daya dengan kecepatan 10 - 37 km/jam.

Baca juga:
Pekanbaru Sejak Pagi Diselimuti Asap Pekat, Kualitas Udara Tidak Sehat
Polisi Masih Selidiki 5 Perusahaan terkait Kebakaran Hutan di Riau
KLHK Peringatkan 56 Perusahaan Terkait Temuan Titik Panas di Area Konsesi
139 Hektare Lahan di Ogan Ilir Terbakar, Termasuk Milik Mantan Pejabat
49 Titik Panas Terdeteksi di Seluruh Wilayah Riau Akibat Kebakaran Lahan
Polda Riau Tetapkan PT SSS Tersangka Kebakaran Hutan

1 dari 2 halaman

Tiga Daerah di Riau Diselimuti Kabut Asap

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mengakibatkan kabut asap menyelimuti tiga daerah kabupaten di Riau. Sebagian besar masyarakat menggunakan masker jika keluar rumah karena asap semakin pekat di udara.

Yudhistira menyebutkan ketiga daerah tersebut yaitu Kota Pekanbaru, Dumai dan Pelalawan. Jarak pandang di daerah tersebut menurun dari hari sebelumnya.

"Jarak pandang di Pekanbaru 2 kilometer, Kota Dumai juga 2 kilometer, sedangkan di Pelalawan 3 kilometer," ujar Yudhistira.

BMKG mendeteksi kabut asap itu merupakan akibat dari kebakaran hutan yang menimbulkan titik api.

2 dari 2 halaman

Daftar Lokasi Titik Kebakaran Hutan

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau Edwar Sanger mengatakan, kebakaran lahan memang masih terjadi di sejumlah daerah di Riau. Terbaru, kebakaran lahan paling banyak terjadi di Pekanbaru dan Kampar pada Jumat (9/8) kemarin.

"Untuk di Kota Pekanbaru, kebakaran lahan terjadi di - Bertambah di Jalan Pinang, Kelurahan Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, seluas 1 ha. Jalan Padat Karya, Kelurahan Pematang Kapau 0,03 ha. Jalan Naga Sakti , Kelurahan Simpang Baru 0,05 ha. Jalan Merak Ujung Kelurahan Tangkerang Labuai, 0,25 ha, jalan Kesadaran Kelurahan Tangkerang Labuai 0,03 ha. Jalan Soekarno Hatta, Kelrahan Tangkerang Barat 0,5 ha," kata Edwar.

Sementara itu, untuk di Kabupaten Kampar, kebakaran lahan terjadi di Jalan Pasir Putih, Desa Pandau Jaya, seluas 1 ha. Desa Danau lancang Kecamatan Tapung 6 ha.

Di Kota Dumai, kebakaran lahan terjadi di jalan Arjuna, Kelurahan Mekar Sari, seluas 1 ha. Serta di Jalan Arifin Ahmad Kelurahan Tanjung Palas 0,5 ha.

Kebakaran lahan paling parah dan terluas terjadi di Kabupaten Siak. Yaitu di Kampung Tasik Betung area perusahaan PT BKM, Kecamatan Sei Mandau seluas 20 ha. Di kilometer 3 Dayun Belakang Pasar 1,5 ha.

Sedangkan kebakaran lahan di Kabupaten Pelalawan terjadi di Blok H 17 dan G 17 Desa Lubuk Kembang Bunga seluas 5 ha. Desa Gondai ada 5 ha. Selanjutnya kebakaran di Kabupaten Indragiri Hilir, di lahan Desa Bente dan Desa Igal Kec Mandah Kab Inhil seluas 10 ha.

"Sebagian lahan yang terbakar sudah padam dan sedang dalam proses pendinginan. Total luas lahan terbakar di Riau sejak awal Januari 2019 hingga sekarang seluas 4.785 ha,” jelas Edwar.

Jumlah itu merupakan hasil rekapan dari beberapa kabupaten yang terjadi kebakaran lahan. Terbanyak di Kabupaten Bengkalis yaitu mencapai 1.521 ha. Lalu Rokan Hilir seluas 981 ha, Siak 623 ha, Indragiri Hilir 535 ha, Dumai 309 ha, Kepulauan Meranti 252 ha, Pelalawan 211 ha, Kampar 134 ha, Indragiri Hulu 114 ha, Kota Pekanbaru 93 ha, Kuantan Singingi 5 ha, dan Rokan Hulu hanya 2 ha.

Sebelumnya, Satgas Udara Karhuta dari personel TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru memonitor adanya titik api kurang dari lima kilometer dari lahan konsesi di lima perusahaan beberapa waktu lalu. Saat itu prajurit AU sedang patrol dan melihat adanya kebakaran lahan di 5 korporasi tersebut.

Temuan itu langsung dilaporkan ke Gubernur Riau Syamsuar selaku Komandan Satgas Karhutla Riau. Aparat kepolisian juga ikut mendengar laporan itu saat rapat kordinasi.

Bahkan bahan dan data temuan itu disampaikan kepada Satgas Penegakkan Hukum Karhutla Riau yang ditanggungjawabi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau.

Kelima nama Perusahaan itu yakni PT Jatim Jaya Perkasa Teluk Bano II, PT Wahana Sawit Subur Indah Siak, PT Priatama Rupat (Surya Dumai Group), PT Seraya Sumber Lestari Siak dan PT Langgam Inti Hibrindo.

Bahkan, Kebakaran hutan dan lahan terjadi di dalam areal konsesi PT Arara Abadi Distrik Siak Desa Dosan Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak Riau. Luas lahan yang terbakar sekitar 5 hektare bersebelahan dengan areal anak perusahaan Sinarmas Group tersebut.

Baca juga:
Polisi Masih Selidiki 5 Perusahaan terkait Kebakaran Hutan di Riau
KLHK Peringatkan 56 Perusahaan Terkait Temuan Titik Panas di Area Konsesi
139 Hektare Lahan di Ogan Ilir Terbakar, Termasuk Milik Mantan Pejabat
49 Titik Panas Terdeteksi di Seluruh Wilayah Riau Akibat Kebakaran Lahan
Polda Riau Tetapkan PT SSS Tersangka Kebakaran Hutan
Kebakaran di Kampar Meluas, Total Jadi 4.740 Hektar Lahan Ludes
Satu Korporasi jadi Tersangka Kebakaran Hutan di Riau

(mdk/bim)