BMKG: Udara Pekanbaru Tidak Sehat

PERISTIWA | 25 Agustus 2019 23:28 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Stasiun Pekanbaru menginformasikan, kualitas udara di Kota Pekanbaru dan sekitarnya memasuki level tidak sehat. Data 25 Agustus menunjukkan konsentrasi PM10 pada udara.

"Pada pukul 13.00 WIB konsentrasi partikulat (PM10) di Pekanbaru berada di angka 182.69 ugram/m3, artinya udara di Pekanbaru saat ini tidak sehat," ujar Analisis BMKG Stasiun Pekanbaru Mia Vadilla, kepada merdeka.com, Minggu (25/8).

Mia menyebutkan, udara tidak sehat diakibatkan kabut asap kebakaran hutan dan lahan. Saat ini, kondisi kebakaran lahan terdekat dengan Pekanbaru adalah Kabupaten Pelalawan.

"Titik panas di Riau hari ini terdeteksi 17 titik. Rinciannya, sembilan titik panas berada di Pelalawam, 7 titik di Indragiri Hilir, dan 1 titik di Indragiri Hulu," kata Mia.

Dari jumlah itu, BMKG memastikan ada 10 titik api yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan. Kondisi kebakaran ini yang menimbulkan kabut asap hingga membuat udara jadi tidak sehat.

"Titik api ada 10, yakni di Pelalawan sebanyak lima titik api, dan Indragiri Hilir lima titik," ucap Mia.

Pantauan merdeka.com, kabut asap mulai menyesaki seluruh udara di Pekanbaru. Sebagian masyarakat mengeluhkan kondisi tersebut dan tidak berani membawa anak-anak liburan akhir pekan keluar rumah.

"Biasanya hari Sabtu dan Minggu kami bawa anak-anak main di Taman Kota, tapi kalau kabut asap pekat begini, mending di rumah," kata Citra (27), warga Marpoyan, Pekanbaru.

Baca juga:
272 Titik Panas Terdeteksi, Warga Riau Tak Berani Keluar Rumah
Sudah 3 Hari, Api Bakar 50 Hektare Lahan di Indragiri Hulu Belum Padam
Menagih Langkah Konkret Pemerintah Mengatasi Kebakaran Hutan dan Lahan
Dua Helikopter Mengudara Padamkan Kebakaran 30 Hektare Lahan di Indragiri Hulu
90 Hektare Lahan di 8 Kabupaten se-Riau Hangus Terbakar
Pembakar Lahan di Rokan Hulu Ditangkap, Polisi Sita Bensin dan Oli

(mdk/noe)