BNN Peringatkan Sindikat Narkoba Bakal Disikat, Ancaman Hukuman Mati

PERISTIWA | 17 Juli 2019 10:26 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kepala Biro Humas dan Protokol BNN, Sulistiyo Pudjo Hartono memberi peringatan keras agar sindikat jaringan narkoba bersiap diri. Sebab, BNN akan terus menyelidiki dan mengungkap jaringan serta sindikat yang ada. Dia mengingatkan, ancaman bagi para sindikat adalah hukuman mati.

"Kepada para sindikat jaringan narkoba bahwa tinggal tunggu waktu untuk mereka dapat ditangkap oleh BNN RI maupun Kepolisian RI," tutur Sulistiyo melalui sebuah pernyataan tertulis, Rabu (17/7).

Dia menjelaskan, beberapa saat lalu Badan Narkotika Nasional (BNN) telah berhasil mengamankan seorang pria anggota sindikat internasional berinisial KML di daerah Dusun Pintu Air, Tamiang, Provinsi Aceh pada Selasa (14/5).

Dari tersangka, BNN kemudian mengamankan 15,6 kg sabu dan 9.900 butir pil PMMA. Tak lama setelah itu, BNN berhasil mengungkap tindak pencucian uang dan berhasil mengamankan aset senilai Rp6,1 milyar. Lalu, ketika pengembangan kasus dilakukan, BNN mengungkap kembali adanya kepemilikan aset milik KML.

"Diduga didapat dari hasil tindak kejahatan narkotika senilai Rp5 miliar," jelas Sulistiyo.

Seluruh aset itu terdiri dari satu unit rumah mewah, dua unit mobil mewah, 14 bidang tanah beserta sertifikatnya, 4 unit sepeda motor, serta uang dalam rekening sebesar Rp150 juta.

"Untuk mengelabui petugas, KML sengaja menyimpan sebagian asetnya tersebut dengan mengatas namakan orang lain, baik kerabat maupun orang dekat," dia mengakhiri.

Reporter: Ratu Annisaa Suryasumirat
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Presiden Jokowi Teken Perubahan Perpres 23/2010 Tentang BNN
74 dari 749 Narkoba Jenis Baru Terdeteksi di Indonesia
Calon Pengantin di Jatim Wajib Tes Urine
BNN Selidiki Dugaan Salah Tembak di Deli Serdang
BNN Gagalkan Penyelundupan 150 Kg Ganja dari Aceh ke Tangerang
BNN Musnahkan Ladang Ganja Seluas 1 Hektare di Lereng Gunung Selawa Aceh

(mdk/eko)

TOPIK TERKAIT