BNN Razia Dua Tempat Hiburan Malam di Jakarta, 108 Pengunjung Positif Narkoba

BNN Razia Dua Tempat Hiburan Malam di Jakarta, 108 Pengunjung Positif Narkoba
PERISTIWA | 6 Februari 2020 12:18 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) merazia sejumlah tempat hiburan malam di DKI Jakarta pada Kamis dini hari (6/2). 108 pengunjung digelandang ke BNNP DKI Jakarta karena positif menggunakan narkoba.

Petugas memeriksa urine sejumlah pengunjung di tempat hiburan malam Venue bilangan Jakarta Selatan. Sebanyak 105 pengunjung diperiksa urinenya.

Razia juga dilakukan di tempat hiburan Malam Golden Crown di Taman Sari, Jakarta Barat. Petugas juga memeriksa 184 urine dari pengunjung. Hasilnya, ditemukan 108 pengunjung positif narkoba baik itu sabu maupun ekstasi.

"Venue yang positif 1 orang. Sedangkan, di Golden Crown 107 orang. Mereka sekarang dibawa ke BNNP DKI Jakarta,” kata Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari dalam keteranganya, Kamis (6/2).

1 dari 1 halaman

Arman mengatakan, razia akan gencar dilakukan di seluruh tempat hiburan yang ada di Indonesia. BNN juga akan melibatkan unsur-unsur terkait. Tujuannya agar menekan angka peredaraan serta pengguna narkoba di tempat tersebut.

"Paling tidak dengan kehadiran petugas mampu atau dapat mengurangi niat bagi mereka mereka yang ingin menggunakan narkoba. Mudah-mudahan dengan kegiatan yang kita lakukan seperti ini akan menyadarkan dan juga akan memberikan pengetahuan buat mereka untuk tidak menggunakan narkoba," tutup dia.

Terpisah, Kepala BNNP DKI Jakarta Brigjen Pol Tagam Sinaga mengatakan, Tim Asesmen Terpadu (TAT) yang terdiri dari Tim Dokter dan Tim Hukum tengah melakukan asesmen dan analisis medis, psikososial, serta menggali keteranganya terhadap 108 pengunjung yang positif narkoba.

" TAT untuk mengetahui sejauh mana penggunaan narkoba, sudah berapa lama, dari segi kesehatannya. Nanti di TAT dari segi hukum akan menggali keterangan masuk jaringan narkoba atau enggak," kata Tagam saat dikonfirmasi.

Jika pengunjung dikategorikan sebagai pengguna maka akan direkomendasikan untuk rehabilitasi tergantung durasi pemakaiannya.

"Kalau sudah lama jadi pemakai biasanya diusulkan rehabilitasi rawat inap, tapi kalau baru pemula biasanya rehabilitasi rawat jalan," ujar dia.

Sementara itu, pihaknya juga mendalami kemungkinan pengunjung terlibat dalam jaringan narkoba. "Kalau dinyatakan bagian dari jaringan narkoba maka akan diproses pidana," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi (mdk/ray)

Baca juga:
Buntut Temuan Narkoba, Izin Usaha Diskotek Monggo Mas di Daan Mogot Dicabut
Tangkap Dua Pengedar, BNN Jabar Gagalkan 50 Kilogram Ganja Untuk Tahun Baru 2020
Polda Metro Jaya: Manajemen Colosseum Tak Terlibat Peredaran Narkoba
Sita 8 Kilogram Sabu, BNNP Jatim Amankan Sindikat Jaringan Malaysia
Colosseum: Tamu Terjaring Razia Semalam Pakai Narkoba di Luar Diskotek

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami