BNN Sebut Semua Jenis Narkoba Ada di Bali, Termasuk Heroin dan Kokain

PERISTIWA | 28 Januari 2020 22:32 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol Drs Heru Winarko menuturkan tren penyelundupan narkotika saat ini berkembang dengan menggunakan modus pengiriman parcel. Di Bali, diakuinya menjadi salah satu tujuan peredaran. Di sana berbagai macam narkoba diedarkan.

"Di Bali ini semua jenis (narkotika) ada. Hanya di Bali, di sini ada heroin dan kokain dan lain-lain. Di tempat lainnya heroin dan kokain sudah hampir tidak ada. Kita fokuskan (alat deteksi) di bandara karena tren sekarang berkembang lewat parcel, lewat bandara-bandara bukan hanya di (terminal) internasional di domestik kita juga fokus," kata Winarko usai membuka Rapat Tingkat Pimpinan (Rapim) BNN 2020 di Ballroom Hotel Aston Denpasar, Selasa (28/1).

Untuk membongkar pengiriman narkoba ke Indonesia khususnya Bali, BNN telah memasang alat deteksi di bandara.

"Kami sudah pasang alat dan saya sudah lapor ke Bapak Gubernur (Wayan Koster) kita pasang alat di bandara (I Gusti Ngurah Rai), dan langsung connect dengan Command Center kita di Jakarta," terangnya.

Alat deteksi dipasang untuk mengetahui dengan cepat jika ada warga asing maupun lokal yang ingin membawa narkotika. "Ada tujuh pos kita pasang termasuk di Bali ini. Kami juga akan menambah alat itu sehingga benar-benar Bali ini bisa kita protect. Sehingga nyaman, aman, bagi warga khususnya dan bagi wisatawan pada umumnya," imbuhnya.

BNN mencatat peredaran narkotika sekarang juga dilakukan oleh warga asing dari Eropa dan Amerika Latin.

"Sudah banyak berkembang sekarang. Tadinya banyak di wilayah utara kita. Tapi sekarang sudah banyak dari Eropa juga. Malah dari Amerika Latin juga ada tahun lalu," ujarnya.

Sementara Gubernur Bali Wayan Koster Koster mengatakan, dengan adanya Rapim BNN RI tahun 2020 diharapkan Bali dijadikan program prioritas untuk menyelamatkan generasi muda dan khususnya Indonesia agar tidak terkena bahaya narkotika.

"Khususnya Bali ini menjadi target wisatawan dunia dan begitu terbuka dari berbagai negara yang datang dan tentu saja ada sisi negatif, di antaranya adalah peredaran dari barang-barang terlarang atau narkoba," ujar Koster.

1 dari 1 halaman

BNN akan Tes Narkoba Calon Kepala Daerah

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak akan digelar tahun ini. Salah satu syarat untuk maju sebagai calon kepala daerah dalam Pilkada harus bebas narkoba.

Winarko telah menyiapkan untuk mengetes narkoba para kandidat kepala daerah yang akan berlaga di Pilkada.

"Kemarin Bawaslu sudah datang ke kami dan juga Menteri Kesehatan ke kantor kami dan kita diskusi semuanya," kata Winarko.

Namun, BNN enggan membeberkan kapan tes narkoba untuk para kepala daerah akan dilaksanakan. "Setelah ada tahapan-tahapan kita akan laksanakan (tes narkoba kepala daerah) di seluruh Indonesia," ujar Winarko. (mdk/cob)

Baca juga:
3 Kurir Sabu yang Dikendalikan Bandar dari Lapas Tanjung Gusta Diciduk
Istilah 'Pahe-Pasien-Putih' di Kalangan Pemakai Narkoba
Suami Istri Jual Sabu di Instagram
Tanam Ganja dengan Cara Hidroponik di Kontrakan, Sejoli Asal Rusia Ditangkap
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Ganja dari Papua Nugini
Beri Sanksi Sosial, Pelaku Narkoba di Tapteng Bakal Diusir dari Kampung

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.