BNN Waspadai Tren Narkoba Jenis Sintetis

BNN Waspadai Tren Narkoba Jenis Sintetis
NEWS | 3 Oktober 2019 05:33 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) mewaspadai peredaran narkoba sintetis (Synthetic Drug) yang harga jualnya murah dan cenderung mudah dibuat. Akademisi, khususnya lulusan farmasi diajak bergabung untuk ikut mengidentifikasinya.

Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Heru Winarko menyatakan jenis narkoba sintetis ini memiliki pangsa pasar karena harganya terjangkau. Hal itu diketahui berdasarkan pengungkapan produksi rumahan PCC (paracetamol, caffeine, carisoprodol) di Solo dan Semarang, dan kasus pabrik rumahan New Psychoactive Substance (NPS) di Kediri.

Para pelaku, sebelum ditangkap mampu meracik 2,5 juta butir per hari sekaligus mengedarkan narkoba jenis sintetis ini dengan harga Rp 3.000. Dengan harga tersebut, siswa sekolah adalah target yang potensial.

"Jangan sampai di sini ada mahasiswa yang ikut menjadi pengedar dan pengguna," kata Heru, usai acara Kuliah Umum tentang bahaya narkoba di Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu (2/9).

Pihak yang bergelut dalam dunia farmasi dianggap sangat penting untuk hadir dalam memerangi potensi bahaya dari narkoba jenis sintetis.

"Narkoba (seharga) Rp 3 ribu ini bisa dibeli anak-anak kita, uang jajannya bisa membeli itu, ini paling berbahaya," imbuhnya.

Ia mengajak para lulusan farmasi bergabung di BNN dan mengidentifikasi narkoba jenis sintetis di lab BNN untuk membongkar racikan-racikan yang membahayakan.

"Lulusan farmasi jangan nanti karena ada tawaran besar nanti malah jadi pembuat peracik narkoba, lebih bagus gabung di BNN kita ada lab," pungkasnya.

Baca juga:
Alasan Nunung dan Suami Tak Ajukan Nota Keberatan Didakwa Tiga Pasal
2 Pelajar Diamankan saat Demo di Tanjung Balai Positif Gunakan Narkoba
Pegawai Salon di Badung Konsumsi Sabu Demi Melupakan Mantan Pacar
Bandar Narkoba di Aceh Ditembak Mati saat Berupaya Melarikan Diri
Lima Orang Ditangkap Usai Demo Ricuh di DPR Positif Pakai Narkoba
Seorang Pelajar di Medan Pakai Sabu Sebelum Ikut Demo

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami