BNPB Catat 1.900 Desa Alami Kekeringan

PERISTIWA | 17 Juli 2019 00:32 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, lebih dari 1.900 desa yang tersebar di 79 Kabupaten dan tujuh provinsi dilanda kekeringan.

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, desa terdampak paling banyak berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan jumlah 851 desa. Selanjutnya Jawa Timur 566 desa, Nusa Tenggara Barat 302, Jawa Tengah 147, Yogyakarta 78, Jawa Barat 42 dan Bali 25.

"Total desa terdampak kekeringan tersebut berjumlah 1.969 desa," kata Doni dalam rapat terbatas mengenai antisipasi dampak kekeringan di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/7).

Demi mengantisipasi dampak kekeringan, BNPB telah melakukan beberapa strategi penanganan dengan cara menyiapkan suplai air bersih. Langkah konkret lainnya menambah mobil tangki, hidran umum dan sumur bor.

Selain itu, Doni mengungkapkan, BNPB akan mendukung dengan operasi hujan buatan.

"Langkah taktis cepat yang dilakukan oleh BPBD yaitu distribusi air bersih kepada warga," jelasnya.

Dia mengungkapkan, BNPB telah mengajukan strategi penanganan jangka menengah hingga panjang. Menurutnya, pelbagai strategi itu harus dilakukan dengan sinergi multi pihak.

Strategi tersebut antara lain revitalisasi dan reforestasi daerah aliran sungai serta danau, embung dan sumur bor permanen, pembuatan waduk hingga pengendalian pemanfaatan air tanah.

Reporter: Yopi Makdori
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
BNPB Sebut Kekeringan Melanda 7 Provinsi, Puncak Kemarau Bulan Agustus
Ribuan Hektare Sawah di Kota Jambi & Batanghari Terancam Kekeringan
Musim Kemarau, Jokowi Minta Menteri Turun ke Daerah Potensi Kekeringan
Antisipasi Kekeringan di Jabar, Ridwan Kamil Upayakan Rekayasa Cuaca
Musim Kemarau, Tanah Retak Terlihat di Bantaran Kanal Barat

(mdk/fik)