BNPB: Kabupaten Nunukan Berpotensi Banjir Seluas 245 Ribu Hektare

BNPB: Kabupaten Nunukan Berpotensi Banjir Seluas 245 Ribu Hektare
PERISTIWA | 29 September 2020 18:56 Reporter : Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menyampaikan hasil analisis InaRISK BNPB yang mengidentifikasi wilayah di Kabupaten Nunukan. Raditya menyebut, luas bahaya Kabupaten Nunukan yang memiliki potensi banjir, dengan kelas bahaya sedang hingga tinggi mencapai 245 ribu hektar.

"Wilayah di Kabupaten Nunukan memiliki potensi banjir dengan kelas bahaya sedang hingga tinggi dengan luas bahaya 245 ribu hektare," ujar Raditya berdasarkan keterangannya, Selasa (29/9).

Raditya mengatakan, bila dilihat dari sisi risiko, maka ada sekitar 36 ribu populasi di 15 kecamatan merupakan penduduk terpapar terhadap potensi bahaya banjir tersebut. Sedangkan jika dilihat dari potensi tanah longsor dengan kelas bahaya sedang hingga tinggi, maka luas bahayanya mencapai 685 ribu hektare.

"Lalu ada 17 ribu jiwa potensi terpapar di 15 kecamatan dilihat dari sisi risiko. Kajian analisis InaRISK ini dapat diakses di tautan berikut InaRISK untuk dapat mengetahui potensi resiko bencana yang ada di sekitar kita," ujarnya.

Kajian analisis tersebut merupakan perkembangan dari laporkan banjir setinggi 1 meter yang merendam empat kelurahan di tiga kecamatan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Banjir yang terjadi pada hari Senin dini hari mengakibatkan sedikitnya 55 KK terdampak dan 52 unit rumah terendam dengan Tinggi Muka Air (TMA) 100 cm.

"Hujan dengan intensitas tinggi kembali melanda salah satu wilayah di Indonesia tepatnya di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara," ujarnya.

Baca Selanjutnya: Selain itu dilaporkan juga adanya...

Halaman

(mdk/ray)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami