BNPB: Karhutla Terjadi di Gunung Batukaru, 300 Meter Persegi Kawasan Terbakar

PERISTIWA | 13 Agustus 2019 09:21 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di sekitar puncak gunung Batukaru, Tabanan, Bali, Senin (12/8). Api tersebut telah membakar kawasan seluas 300 m2.

"Berdasarkan laporan Pusdalops BNPB hari ini (13/8), pukul 06.00 Wib bahwa api telah berhasil dipadamkan oleh personel gabungan," kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo dalam keterangannya, Selasa (13/8).

Kendati demikian, personel di lapangan ternyata masih melihat adanya bara api di bekas kawasan terbakar tersebut. Ia mengaku, hasil pantauan dari tim gabungan hingga Senin (12/8) malam, telah ditemukan dua titik api yang berada di dua lokasi yang berbeda di sekitar puncak gunung.

"Kronologi terjadinya kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan. Sejauh ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa. Kerugian yang disebabkan oleh peristiwa itu masih dalam proses pendataan," ujarnya.

Agus mengaku, saat ini tim gabungan yang berjumlah 99 personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan, TNI, Polri, SAR dan Orari. Sedang berupaya menuju titik lokasi dengan berjalan kaki dalam estimasi waktu sekitar enam jam.

"Tim juga menyiagakan satu mobil pemadam kebakaran di kaki Gunung Batukaru sebagai bagian dari upaya pemadaman," ucapnya.

Diketahui, Gunung Batukaru mempunyai yang ketinggian 2.276 m dpl ini merupakan gunung tertinggi kedua setelah Gunung Agung di Bali. Terkait dengan jalur pendakian yang ada di kawasan ini, tiga jalur menuju puncak gunung dapat melalui Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel (840 mdpl), Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel (835 mdpl) dan Desa Pujuangan, Kecamatan Pupuan (1.090 mdpl).

TNI Water Boombing Padamkan Api Bakar Hutan di Riau

Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) akan melakukan pencegahan dan mempercepat pemadaman Karhutla. Percepatan pemadaman terhadap Karhutla ini akan dilakukan di Riau.

"Satgas Karhutla akan melakukan upaya-upaya pemadaman langsung ke beberapa titik api yang menjadi lokasi kebakaran hutan dengan melakukan water boombing atau pengeboman air menggunakan pesawat Hercules milik TNI," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam keterangannya.

Hadi menegaskan, pihaknya menggunakan pesawat Hercules karena memang medannya yang cukup jauh dan sedikit sulit untuk ditempuh dalam mengambil air untuk melakukan water boombing.

"Saya mendapat laporan bahwa sumber air yang digunakan untuk melakukan water boombing jaraknya cukup jauh dari lokasi kebakaran hutan, maka kita (TNI) akan menggunakan pesawat Hercules untuk melakukan water boombing tersebut," tegasnya.

Ia mengungkapkan, selama ini Satgas Karhutla Riau mengandalkan operasi pengeboman air atau water boombing
dengan menggunakan tujuh Helikopter bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta sejumlah helikopter Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Informasi yang diperolah dari Kepala BMKG wilayah Riau, maka dapat disimpulkan cuaca di Provinsi Riau akan cenderung panas hingga bulan Oktober mendatang," ungkapnya.

"Kemungkinan untuk melaksanakan teknologi modifikasi cuaca dalam menghasilkan hujan buatan baru dapat dilaksanakan pada awal bulan Oktober tahun ini," sambungnya.

Rencana, Hadi bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Munardo akan meninjau langsung ke beberapa titik yang menjadi lokasi Karhutla seperti di daerah Pelalawan yang mengalami kebakaran hutan cukup parah sepanjang bulan Agustus 2019.

(mdk/rhm)

TOPIK TERKAIT