BNPB Minta Warga Sekitar Gunung Salak Waspadai Tanah Longsor

BNPB Minta Warga Sekitar Gunung Salak Waspadai Tanah Longsor
PERISTIWA | 27 September 2020 00:31 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membenarkan terjadinya tanah longsor di Gunung Salak, Provinsi Jawa Barat. Longsoran dipicu hujan lebat dan angin kencang pada Senin (21/9) lalu. Kepala BNPB, Doni Monardo, meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mengingatkan masyarakat yang berada di kawasan Gunung Salak agar berhati-hati.

"Jangan sampai kena material longsor. Kalau ada yang berisiko, ambil langkah mengungsi selama musim hujan," kata Doni, Sabtu (26/9).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, mengatakan berdasarkan laporan Resort PTNW Gunung Salak 1 pada Kamis (24/9), curah hujan mengakibatkan debit air Sungai Cikedung meluap dan longsoran di bibir sungai. Luapan Sungai Cikedung dipicu oleh rusaknya jalur sungai, seperti pendalaman dan pelebaran jalur sungai, serta kerusakan lain di bagian hilir.

Beberapa catatan terkait dengan kerusakan yang teridentifikasi yakni tertutupnya akses jalan dari Kampung Palalangon dan Kampung Loji serta longsor di tiga wilayah yang menimpa rumah warga, musala dan jembatan penghubung Palalangan dan Loji.

"Hasil survei hulu Sungai Cikedung dan Cisereh di puncak Gunung Salak-3 menyebutkan terdapat longsoran di sepanjang bibir hulu sungai akibat hujan deras pada Senin lalu," katanya.

Raditya menyebut, bencana longsor tersebut murni akibat fenomena alam. Berdasarkan pemantauan Tim Resort Salak-1 dan PSSEJ tidak menemukan adanya bekas penebangan liar.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan peringatan dini cuaca, khususnya pada 26 dan 27 September 2020. Prediksi BMKG menyebutkan Jawa Barat termasuk salah satu wilayah dengan potensi hujan lebat yang diikuti petir atau kilat dan angin kencang.

Sedangkan pada 28 September 2020, potensi hujan masih dapat terjadi dengan disertai petir atau kilat dan angin kencang. "Warga diimbau waspada dan siap siaga," tutupnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Pernikahan sampai Seminar jadi Klaster Baru Covid-19 saat PSBB Transisi di DKI
DPR Minta BNPB Beri Atensi Khusus ke Pasien Covid-19 dengan Penyakit Penyerta
Banjir Bandang Terjang Sukabumi Akibat Sungai Cipeuncit Meluap, Satu Rumah Hanyut
BNPB Catat 2.059 Bencana Alam dari Januari hingga 20 September, Paling Banyak Banjir
Jokowi Perintahkan Luhut dan Doni Monardo Tangani Covid-19 di 9 Provinsi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami